Pages - Menu

Thursday, March 7, 2013

Bombom Car


Baca: Matius 18:23-35

“Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” —Matius 18:21

Kehidupan ini hampir seperti permainan “bombom car” di suatu taman hiburan. Anda masuk ke dalam mobil, tahu betul bahwa Anda akan ditabrak . . . hanya saja Anda tidak tahu seberapa besar benturannya. Setelah ditabrak, Anda pun menginjak pedal gas, mengejar orang yang menabrak Anda, dan berharap dapat membalasnya lebih keras daripada benturannya pada Anda.

Strategi itu mungkin menyenangkan dalam arena “bombom car”, tetapi itu sama sekali bukan strategi yang baik di dalam kehidupan. Ketika mengalami benturan keras di dalam hidup Anda, sikap membalas hanya akan memicu masalah. Pada akhirnya membuat semua pihak menderita kerusakan.

Yesus mempunyai strategi yang lebih baik: Ampunilah mereka yang telah “menabrak” kita. Seperti Petrus, kita mungkin bertanya-tanya sampai berapa kali kita harus mengampuni. Ketika Petrus bertanya kepada Yesus, “Sampai tujuh kali?” Yesus menjawab, “Sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (Mat. 18:21-22). Dengan kata lain, anugerah itu tidak mengenal batas. Kita harus selalu siap untuk mengampuni. Mengapa? Dalam kisah tentang seorang tuan yang mengampuni, Yesus menjelaskan bahwa kita mengampuni bukan karena mereka yang menyakiti kita itu layak diampuni, melainkan karena kita sudah diampuni. Tuan itu berkata, “Seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” (ay.32-33).

Karena kita termasuk orang yang sudah menerima anugerah pengampunan, marilah menghentikan kerusakan dan mulai berbagi berkat pengampunan itu kepada sesama. —JMS

Tuhan, ingatkan betapa dalamnya kami telah mengecewakan-Mu dan
betapa seringnya Engkau telah melimpahkan anugerah pengampunan
bagi kami. Ajar kami untuk mengampuni sesama dan mempercayai-Mu
dalam menghadapi orang yang bersalah kepada kami.

Pengampunan adalah anugerah Allah yang diwujudkan melalui kita.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate