Pages - Menu

Wednesday, April 10, 2013

Apakah Ambisi Itu Salah?


Baca: Kolose 3:22-24

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. —Kolose 3:23

Apakah ambisi itu salah? Apakah salah jika kita termotivasi dan berusaha keras untuk menjadi yang terbaik? Bisa saja salah. Perbedaan antara ambisi yang benar dan yang salah terletak pada tujuan dan motivasi kita —apakah itu untuk kemuliaan Allah atau untuk kemuliaan diri sendiri.

Dalam 1 Tesalonika 4:1, Paulus menyatakan bahwa orang Kristen harus menjalani hidup yang “berkenan kepada Allah.” Bagi sejumlah orang, dorongan untuk menyenangkan-Nya merupakan transformasi yang terjadi seketika pada saat keselamatan; bagi orang lain, transformasi itu berlangsung tersendat-sendat dan sering salah jalan. Baik perubahan itu terjadi seketika atau secara bertahap, seorang Kristen harus berjuang menggenapi tujuan Allah, bukan mengejar keinginan diri sendiri.

Jika demikian, kita harus bertanya tentang pekerjaan kita: “Apakah pindah kerja bisa memampukan saya untuk melayani orang lain dan memuliakan Allah?” Ambisi yang berorientasi kepada Allah difokuskan kepada-Nya dan sesama, dengan selalu mengingat anugerah yang telah diberikan-Nya dan bagaimana kita dapat dipakai oleh-Nya.

Paulus menasihati kita untuk bekerja dengan “tulus hati karena takut akan Tuhan” (Kol. 3:22). Apa pun yang kita lakukan—di ruangan rapat, di pelabuhan, di mana pun kita bekerja—kita harus melayani seperti kita melakukannya untuk Allah (ay.23-24).

Kita sungguh memuliakan Allah dan menikmati kehadiran-Nya ketika bekerja dengan penuh semangat dan memberi yang terbaik demi menyenangkan Dia, dan bukan diri sendiri. Kita melakukan pelayanan demi nama-Nya dan demi orang lain, bukan melayani diri dan kepentingan sendiri—karena Dia layak menerima yang terbaik. —RKK

Tuhan, tolong aku untuk bekerja dengan penuh semangat sehingga
bisa menyenangkan hati-Mu. Kuserahkan tindakan dan perkataanku
hari ini sebagai kesaksian untuk membawa kemuliaan bagi-Mu. Pakai
aku hari ini untuk membawa sesamaku kepada-Mu. Amin.

“Dalam niat mengejar kebesaran, kita justru menjadi kerdil.” —Eli Stanley Jones, Misionaris

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate