Pages - Menu

Tuesday, December 24, 2013

Satu Malam Yang Sunyi

Baca: Lukas 2:1-14

Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa. —Lukas 2:10

Simon telah beremigrasi dari Belanda ke Amerika Serikat. Istrinya, Kay, dan ketiga anak mereka, Jenny, Bill, dan Lucas, lahir di Amerika Serikat. Kemudian Jenny menikah dengan Roberto asal Panama. Bill menikahi Vania dari Portugal. Dan Lucas menikah dengan Bora dari Korea Selatan.

Di malam Natal, ketika seluruh keluarga berkumpul untuk merayakannya, mereka menyanyikan lagu “Malam Kudus” dalam bahasa ibu mereka masing-masing. Bagi Allah yang berkuasa atas seluruh bumi, betapa indahnya pujian yang mereka naikkan untuk merayakan kelahiran Anak-Nya itu.

Sekitar 2000 tahun yang lalu, kesunyian malam yang hening pun buyar ketika tiba-tiba seorang malaikat mengatakan kepada para gembala bahwa seorang bayi telah lahir: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa” (Luk. 2:10). Lalu sejumlah besar malaikat mulai memuji Allah, “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya!” (ay.14). Kristus Tuhan, Juruselamat dunia, telah lahir!

Anugerah Allah yang pengasih, yaitu Anak-Nya sendiri, yang diumumkan di malam yang sunyi ribuan tahun lalu itu, masih tersedia untuk setiap orang—“tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa” (Tit. 2:11-14; Why. 5:9-10). “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). —CHK

Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap;
Bala sorga menyanyikannya,
Kaum gembala menyaksikannya:
“Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!” —Mohr
(Kidung Jemaat, No. 92)

Paduan suara surgawi datang untuk memuji ketika Sang Raja surgawi datang untuk menyelamatkan.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Translate