Pages - Menu

Wednesday, February 26, 2014

Kuasa Kasih

Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. —1 Yohanes 4:10
Kuasa Kasih
Buku-buku tentang topik kepemimpinan sering masuk dalam daftar buku terlaris. Kebanyakan dari buku-buku itu mengajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang tangguh dan berhasil. Namun buku berjudul In the Name of Jesus: Reflections on Christian Leadership (Dalam Nama Yesus: Refleksi Tentang Kepemimpinan Kristen) dituliskan oleh Henri Nouwen dari suatu sudut pandang yang berbeda. Mantan pengajar universitas yang pernah bertahun-tahun melayani sebuah komunitas bagi orang dewasa dengan keterlambatan pertumbuhan mental ini menulis: “Pertanyaannya bukanlah: Berapa banyak orang yang memperhatikan Anda? Berapa banyak yang akan Anda capai? Adakah hasil yang Anda raih? Melainkan ini: Apakah Anda mengasihi Yesus? . . . Dalam dunia yang penuh dengan orang yang kesepian dan putus asa ini, alangkah dibutuhkannya para pria dan wanita yang mengenal isi hati Allah, suatu hati yang mengampuni, yang peduli, yang rela menjangkau, dan rindu membawa kesembuhan.”
Yohanes menulis, “Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita” (1Yoh. 4:9-10).
“Pemimpin Kristen masa depan,” tulis Nouwen, “adalah seseorang yang benar-benar mengenal isi hati Allah sebagaimana telah diwujudnyatakan . . . dalam Yesus.” Di dalam Dia, kita menemukan dan mengalami kasih Allah yang tak bersyarat dan tak terbatas. —DCM
Bapa, kami mohon tunjukkanlah keajaiban kasih-Mu kepada
orang lain hari ini melalui diriku agar mereka menyadari
bahwa mereka tidak perlu menjalani kehidupan ini seorang diri.
Kiranya hatiku sendiri mengalami dan menunjukkan perhatian-Mu.
Kasih Allah dalam hati kita mendorong kita untuk memiliki hati yang peduli kepada orang lain.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Translate