Pages - Menu

Wednesday, April 30, 2014

Sudah Terlambat

Komik-Strip-WarungSateKamu-20140430-Terlambat

Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. —Ibrani 4:1

Sudah Terlambat
Kejadian ini hampir selalu terjadi di tiap semester. Saya sering berkata pada para mahasiswa tingkat satu dalam mata kuliah menulis bahwa mereka harus menyelesaikan berbagai tugas menulis untuk syarat kelulusan mereka. Namun hampir di setiap semester, ada saja murid yang tidak mempercayai perkataan saya. Mereka itu biasanya mengirimi saya e-mail di hari terakhir semester dengan nada panik serta menjabarkan alasan mereka tidak menyelesaikan tugas. Saya tidak suka melakukannya, tetapi saya harus tetap memberitahukan kepada mereka, “Maafkan saya. Sekarang sudah terlambat. Kamu tidak lulus mata kuliah menulis.”

Bagi mahasiswa tingkat satu, menyadari bahwa kamu baru saja menghamburkan sejumlah besar uang kuliah merupakan hal yang memang buruk. Namun ada hal lain yang jauh lebih berbahaya, suatu penilaian akhir yang lebih permanen, yakni jika seseorang pada penghujung hidupnya belum menyelesaikan masalah dosanya dengan Allah. Dalam hal ini, jika seseorang meninggal dunia tanpa pernah mempercayai Yesus Kristus sebagai Juruselamat, ia akan masuk dalam kekekalan tanpa Dia.

Alangkah malangnya ketika seseorang berdiri di hadapan Juruselamat dan mendengar Dia berkata, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku!” (Mat. 7:23). Penulis kitab Ibrani memperingatkan kita untuk memastikan agar kita waspada dan “tidak ketinggalan” (4:1) untuk masuk ke tempat perhentian kekal yang telah Allah sediakan. Kabar baiknya, sekarang belumlah terlambat. Hari ini Yesus masih menawarkan kepada kita pengampunan dan keselamatan secara cuma-cuma melalui Dia. —JDB

Jika kamu ingin mengenal kasih dari Allah Bapa,
Datang kepada-Nya melalui Yesus Kristus, Anak-Nya terkasih;
Dia akan ampuni dosamu, selamatkan jiwamu selamanya,
Dan selamanya kau akan mengasihi Allah yang setia itu. —Felten

Salib Kalvari mengungkapkan begitu bobroknya dosa kita dan begitu besarnya kasih Allah.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate