Pages - Menu

Wednesday, June 25, 2014

Hikmat Dari Atas

Hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai. —Yakobus 3:17
Hikmat Dari Atas
Andai saja Kiera Wilmot melakukan proyek percobaannya di dalam ruang kelas sains di SMA-nya, mungkin ia akan mendapatkan nilai A. Namun ia justru dituntut karena telah menyebabkan sebuah ledakan. Meskipun ia telah berharap agar gurunya menyetujui percobaan itu, teman-teman sekelasnya berhasil membujuknya untuk melakukan percobaan tersebut di luar ruang kelas. Saat ia mencampur zat-zat kimia ke dalam sebuah botol plastik, botol itu meledak dan secara tidak sengaja ia telah membuat panik siswa-siswi yang lain.
Tekanan dari sesama juga diceritakan dalam Perjanjian Lama. Ketika itu, Daud dan anak buahnya sedang bersembunyi dari Saul di dalam sebuah gua yang kemudian dimasuki oleh Saul (1Sam. 24). Para pengikut Daud menganggap bahwa Allah telah menyerahkan Saul ke dalam tangan mereka, dan mereka mendesak Daud untuk membunuhnya (ay.5, 11). Mereka berharap, jika Daud membunuh Saul, mereka tidak perlu lagi bersembunyi dan Daud dapat menjadi raja. Namun Daud menolak menyakiti Saul karena Saul adalah “orang yang diurapi Tuhan” (ay.7).
Ada kalanya orang-orang di sekitar kita mungkin mendorong kita untuk berbuat sesuatu yang kelihatannya memberi kepuasan atau kemudahan kepada kita saat itu juga. Namun ada perbedaan antara hikmat duniawi dengan hikmat surgawi (1Kor. 2:6-7). Hikmat yang dari atas “adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan” (Yak. 3:17). Ketika orang lain mendesak kita untuk mengambil tindakan tertentu, kita dapat mengundang Allah untuk menuntun kita dalam memberi tanggapan yang tepat. —JBS
Jadilah, Tuhan, kehendak-Mu!
S’luruh hidupku kuasailah.
Berilah Roh-Mu kepadaku,
Agar t’rang Kristus pun nyatalah. —Pollard
(Nyanyikanlah Kidung Baru, No. 14)
Orang yang sungguh-sungguh berhikmat menerima hikmatnya dari Allah.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate