Pages - Menu

Sunday, July 20, 2014

Cara Dan Tempat Yang Sepele

Sebab siapa yang memandang hina hari peristiwa-peristiwa yang kecil, mereka akan bersukaria melihat batu pilihan di tangan Zerubabel. —Zakharia 4:10
Cara Dan Tempat Yang Sepele
Saya kerap bertemu dengan orang yang melihat dirinya sedang melayani dalam pekerjaan dan tempat yang sepele. Mereka sering berkecil hati karena merasa kesepian, dan menganggap pelayanan mereka tidaklah berarti. Saat mendengarkan kisah mereka, saya terpikir pada seorang malaikat dalam buku Out of the Silent Planet karya C. S. Lewis. Ia berkata: “Bangsaku punya aturan: Jangan pernah membicarakan soal ukuran atau jumlah. . . . Sikap itu hanya akan membuat kita menghargai apa yang tidak penting dan mengabaikan apa yang benar-benar penting.”
Dunia kerap menyatakan bahwa semakin besar itu semakin hebat, dan jumlah menjadi ukuran bagi kesuksesan. Hanya orang yang berhati teguh yang dapat menolak tren tersebut, terutama apabila ia bekerja di tempat yang sederhana. Namun kita tidak boleh “mengabaikan apa yang benar-benar penting”.
Ini bukan berarti bahwa jumlah tidak penting (lagipula, para rasul menghitung jumlah para petobat; lihat Kis. 2:41). Jumlah memberi gambaran tentang banyaknya orang yang membutuhkan keselamatan kekal. Kita semua patut melayani dan berdoa agar ada banyak orang yang akan masuk dalam kerajaan Allah, tetapi jumlah tidak boleh menjadi dasar untuk membanggakan diri sendiri.
Allah tidak menghendaki kita untuk merasa puas karena banyaknya pelayanan yang kita lakukan bagi-Nya, atau karena besarnya jumlah orang yang ambil bagian dalam pelayanan itu. Allah menghendaki kita untuk melakukan pelayanan kita dengan tekun bagi kemuliaan-Nya. Pelayanan sederhana yang kita lakukan bagi Allah Mahabesar dengan kuat kuasa-Nya janganlah dipandang sebagai batu loncatan, karena sesungguhnya pelayanan ini pun adalah hal yang penting. —DHR
Tuhan, tolonglah aku mengingat bahwa tidak ada tempat
atau orang yang sepele. Semuanya berharga di mata-Mu.
Kiranya aku melihat nilai penting dari segala yang kukerjakan
dan menghargainya sebagaimana Engkau menghargainya.
Setiap orang yang mengerjakan pekerjaan Allah dengan cara Allah, ia dipandang mulia oleh-Nya.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate