Pages - Menu

Thursday, October 16, 2014

Jalan Memutar Yang Misterius

Kepada-Mu nenek moyang kami percaya; mereka percaya, dan Engkau meluputkan mereka. —Mazmur 22:5
Jalan Memutar Yang Misterius
Sebelum saya dan istri menempuh perjalanan dengan mobil sejauh 640 km, saya telah mengatur alat navigasi GPS dengan memasukkan alamat tujuan kami, yaitu rumah putri kami di negara bagian Missouri. Saat berkendara menyusuri Illinois, GPS mengarahkan kami untuk keluar dari jalan raya. Kami pun harus menyimpang ke kota Harvey, sampai GPS mengarahkan kami kembali ke jalan raya. Saya tidak mengerti mengapa kami diarahkan untuk keluar dari jalan raya yang mulus itu dan harus menempuh jalan memutar yang misterius.
Saya tak pernah tahu jawabannya. Kami melanjutkan perjalanan, dan meyakini bahwa GPS itu akan mengantar kami tiba ke tujuan dan kemudian pulang kembali ke rumah.
Kejadian itu membuat saya berpikir tentang jalan memutar dalam hidup ini. Kita mungkin merasa sedang melalui suatu jalan yang mulus. Lalu, karena alasan tertentu, Allah mengarahkan kita ke suatu tempat yang asing. Mungkin itu berupa penyakit, krisis di tempat kerja atau di sekolah, atau suatu tragedi yang tak terduga. Kita tidak dapat memahami maksud Allah.
Abraham menghadapi jalan memutar yang misterius ketika Allah memerintahkannya, “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini” (Kej. 12:1). Abraham pasti bertanya-tanya mengapa Allah mengarahkannya untuk melintasi padang gurun Negeb. Namun ia mempercayai Allah dan tujuan-Nya yang baik.
Sebuah GPS mungkin saja melakukan kesalahan, tetapi kita bisa mempercayai Allah kita yang tak pernah gagal (Mzm. 22:5). Allah akan menuntun kita melalui semua jalan memutar yang misterius dan membawa kita mencapai tujuan yang dikehendaki-Nya. —JDB
Kami mencari tuntunan-Mu, ya Tuhan, tetapi kami tahu bahwa jalan
yang kami lalui tidak akan bebas dari tantangan. Tolong kami untuk
mempercayai-Mu melewati jalan-jalan memutar—dengan menyadari
bahwa Engkau tahu yang terbaik bagi kami dan demi kemuliaan-Mu.
Kita tidak perlu mengetahui jalannya ketika kita berjalan erat dengan Allah yang maha mengetahui.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate