Pages - Menu

Wednesday, November 5, 2014

Tidak Layak

Sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini. —Kejadian 32:10
Tidak Layak
Tidak seperti orang-orang yang meninggikan diri mereka, Yakub sadar bahwa hidupnya telah dirusak oleh dosa (Kej. 32:10). Ia memandang dirinya tidak layak untuk menerima kasih karunia Allah. Ia telah menipu kakaknya Esau untuk mendapatkan hak kesulungan (psl.27), dan sang kakak pun membencinya karena hal itu. Sekarang, bertahun-tahun kemudian, Yakub harus kembali berhadapan dengan Esau.
Yakub berdoa, “Sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan . . . . Lepaskanlah kiranya aku” (Kej. 32:10-11).
Alangkah janggal melihat kedua frasa ini saling berdampingan: Aku tidak layak untuk menerima segala kasih-Mu . . . . Lepaskanlah aku! Namun Yakub dapat berdoa memohon belas kasihan Allah karena pengharapannya tidak digantungkan pada keadaan dirinya, tetapi pada janji Allah. Allah berjanji bahwa Dia berkenan kepada siapa saja yang merendahkan diri di hadapan- Nya. Kerendahan hati dan penyesalan merupakan kunci yang membuka pintu hati Allah. Seseorang berkata bahwa sikap hati yang terbaik untuk berdoa dimiliki ketika kita telah kehilangan segalanya. Pada saat itu, doa menjadi seruan yang keluar dari lubuk hati yang terdalam. Doa itu berasal dari jiwa yang menyadari kebobrokan dirinya.
Doa-doa seperti itu dipanjatkan oleh orang-orang yang sadar sepenuhnya akan dosa dan aib mereka, tetapi, pada saat yang sama, mereka juga diyakinkan akan anugerah Allah yang tercurah kepada manusia berdosa yang tidak layak menerimanya. Allah menyimak seruan mereka yang berdoa: “Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini!” (Luk. 18:13) —DHR
Ya Tuhan, aku ini seperti Yakub, yang membutuhkan belas kasih-Mu.
Aku telah berdosa kepada-Mu, dan kini kubersujud di kaki-Mu.
Terima kasih, Engkaulah Allah yang penuh belas kasih, yang selalu
siap dan sanggup untuk mengampuni dan memulihkanku.
Layaklah Allah yang agung mengampuni para pendosa besar.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate