Pages - Menu

Thursday, April 2, 2015

Menikmati Perjamuan-Nya

KomikStrip-2015-04-02-ID-650px
Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku! —1 Korintus 11:24
Menikmati Perjamuan-Nya
Ini bukan soal bentuk mejanya, persegi atau bundar. Bukan soal bahan kursinya—dari plastik atau dari kayu. Bukan juga soal hidangannya, meski akan lebih indah jika itu dimasak dengan kasih. Kenikmatan suatu jamuan makan akan dialami ketika kita mematikan televisi dan telepon seluler agar bisa memberikan perhatian kepada orang-orang yang sedang makan bersama kita.
Saya senang berkumpul bersama di sekeliling meja, menikmati percakapan yang menyenangkan tentang berbagai topik dengan teman-teman dan keluarga. Hanya saja, teknologi masa kini yang serba instan telah membuat hal itu sulit dilakukan. Adakalanya kita lebih menaruh perhatian pada apa yang dikatakan orang lain—yang mungkin berada jauh dari kita—daripada apa yang sedang diucapkan oleh seseorang yang berada di depan kita.
Kita juga telah diundang untuk menghadiri sebuah perjamuan lain di sebuah meja saat kita datang bersama di satu tempat untuk merayakan Perjamuan Tuhan. Perjamuan itu tidak tergantung pada seberapa besar atau kecilnya gereja yang menyelenggarakannya. Bukan pula soal jenis roti yang disantap. Perjamuan Tuhan adalah saatnya kita mengalihkan pikiran kita dari segala kekhawatiran dan kegelisahan kita untuk memusatkan perhatian kepada Yesus.
Kapan terakhir kalinya kita menikmati Perjamuan Tuhan? Apakah kita menikmati kehadiran-Nya, atau apakah kita lebih memikirkan yang terjadi di tempat lain? Hal itu penting, “sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang” (1Kor. 11:26). —Keila Ochoa
Ajarlah kami, ya Tuhan, saat kami duduk di depan meja Perjamuan-Mu untuk memusatkan diri hanya pada kasih dan pengorbanan-Mu yang agung bagi kami. Mampukan kami untuk menikmati persekutuan bersama umat-Mu sembari mengenang karya Yesus bagi kami di Kalvari.
Mengenang kematian Kristus memberi kita keberanian untuk hari ini dan harapan untuk masa depan.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate