Pages - Menu

Wednesday, May 27, 2015

Menyandang Nama-Nya

Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen. —Kisah Para Rasul 11:26
Menyandang Nama-Nya
Pada bulan Juli 1860, sekolah keperawatan pertama di dunia dibuka di Rumah Sakit St. Thomas di London. Saat ini sekolah tersebut menjadi bagian dari King’s College, dan para siswa jurusan keperawatan di dalamnya disebut Nightingales. Sekolah itu—sebagaimana praktek keperawatan modern—didirikan oleh Florence Nightingale yang mengubah dunia keperawatan pada masa Perang Krimea. Ketika calon perawat menyelesaikan pelatihan mereka, mereka harus mengucapkan “Ikrar Nightingale”, suatu cerminan dari pengaruh Florence Nightingale yang selalu mewarnai dunia keperawatan.
Ada banyak orang, seperti Florence Nightingale, yang telah memberikan dampak besar bagi dunia kita. Namun tidak ada yang memberi dampak lebih besar daripada Yesus. Kelahiran, kematian, dan kebangkitan-Nya telah membawa transformasi dalam hidup banyak orang selama 2.000 tahun.
Di berbagai penjuru dunia, nama Kristus menjadi penanda bagi orang-orang yang menjadi pengikut-Nya, sebagaimana demikian sejak masa-masa awal gereja. “Setelah [Barnabas] bertemu dengan [Saulus], ia membawanya ke Antiokia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen” (Kis. 11:25-26).
Mereka yang menyandang nama Kristus dijadikan serupa dengan- Nya karena kita telah diubah oleh kasih karunia-Nya. Kita pun menyatakan pada dunia bahwa Dia telah membawa perubahan abadi dalam kehidupan kita dan kita juga merindukan hal tersebut terjadi dalam diri orang lain. —Bill Crowder
Bapa, beriku anugerah dan hikmat untuk menghormati-Mu. Kiranya hidupku sungguh mencerminkan kepribadian Kristus agar keagungan nama-Nya—dan keselamatan dari-Nya—juga dapat diterima oleh orang lain.
Murid Kristus—orang Kristen—dikenal karena menyandang nama-Nya.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate