Pages - Menu

Wednesday, March 9, 2016

Mari Masuk

Marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh. —Ibrani 10:22
Mari Masuk
Rumah Jenny terletak di tepi jalan kecil yang menyusuri pedesaan. Pada jam-jam sibuk, jalan kecil itu sering dilalui para pengendara yang ingin menghindari jalan besar dan lampu lalu lintas. Beberapa minggu lalu, sejumlah pekerja datang untuk memperbaiki jalan kecil yang sudah rusak parah itu. Mereka membawa pembatas-pembatas berukuran besar dan rambu-rambu bertuliskan “Dilarang Masuk”. “Semula saya khawatir saya tidak akan dapat mengeluarkan mobil sampai jalan itu selesai diperbaiki,” kata Jenny. “Namun setelah membaca lagi rambu-rambu itu dengan lebih saksama, saya baru menyadari bahwa yang tertulis sebenarnya, “Dilarang Masuk: Akses Hanya Bagi Penghuni”. Tidak ada penghalang atau pembatas yang mengharuskan saya berputar arah. Saya berhak masuk dan keluar kapan saja karena saya tinggal di sana. Saya merasa sangat diistimewakan!”
Dalam Perjanjian Lama, akses kepada Allah dalam Kemah Pertemuan dan Bait Suci sangatlah dibatasi. Hanya imam besar yang dapat masuk melewati tabir dan memberikan persembahan di Tempat Maha Kudus, sekali saja dalam setahun (Im. 16:2-20; Ibr. 9:25-26). Namun tepat pada saat Yesus mati, tabir Bait Suci pun terbelah dua dari atas sampai ke bawah, sebagai tanda bahwa pembatas yang menghalangi manusia dengan Allah telah dimusnahkan untuk selama-lamanya (Mrk. 15:38).
Karena pengorbanan Kristus bagi dosa-dosa kita, semua orang yang mengasihi dan mengikut Dia dapat datang kepada Allah kapan saja. Dia telah membukakan jalan bagi kita. —Marion Stroud
Tuhan, terima kasih karena Engkau telah membayar harga yang begitu besar agar aku dimampukan untuk langsung masuk menghadap Engkau!
Jalan menuju ke takhta Allah selalu terbuka.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate