Pages - Menu

Sunday, November 6, 2016

Tempat Aman

Beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita. —1 Korintus 6:11
Tempat Aman
Seorang pemuda Jepang menghadapi masalah: ia takut meninggalkan rumahnya. Untuk menghindari orang, ia tidur sepanjang hari dan bergadang sepanjang malam dengan menonton TV. Ia disebut sebagai seorang hikikomori atau pertapa di zaman modern. Masalahnya berawal ketika ia tidak mau lagi bersekolah karena nilai-nilainya yang jelek. Semakin lama ia menjauh dari masyarakat, semakin ia merasa canggung bersosialisasi. Akhirnya ia berhenti berkomunikasi dengan teman-teman dan keluarganya. Meski demikian, ia dapat ditolong untuk pulih dengan mendatangi sebuah perkumpulan pemuda di Tokyo yang disebut ibasho—sebuah tempat aman di mana orang-orang yang terpuruk dapat belajar untuk kembali bersosialisasi di tengah masyarakat.
Bagaimana bila kita memandang gereja sebagai sebuah ibasho—bahkan lebih dari itu? Tidak bisa dipungkiri bahwa gereja merupakan kumpulan dari orang-orang yang pernah terpuruk. Dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, Rasul Paulus menjabarkan cara hidup mereka yang lama—tidak peduli, merusak diri, dan merugikan sesama (1Kor. 6:9-10). Namun di dalam Yesus, mereka diubahkan dan dipulihkan kembali. Lalu Paulus mendorong mereka yang telah diselamatkan itu untuk saling mengasihi, berlaku sabar dan murah hati, tidak cemburu, tidak memegahkan diri, tidak sombong, dan tidak melakukan yang tidak sopan (13:4-7).
Gereja sepatutnya menjadi sebuah ibasho, tempat kita semua dapat mengenal dan merasakan kasih Allah, terlepas apa pun pergumulan atau keterpurukan yang kita hadapi. Kiranya dunia yang sarat dengan penderitaan ini dapat mengalami belas kasihan Kristus dari semua orang yang mempercayai-Nya. —Poh Fang Chia
Hanya Allah yang dapat mengubah jiwa yang ternoda dosa menjadi mahakarya yang indah.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate