Pages - Menu

Saturday, December 3, 2016

Pendengar dan Pelaku

Ibadah yang murni dan yang tak bercacat . . . ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka. —Yakobus 1:27
Pendengar dan Pelaku
Suatu malam ada seorang jemaat menelepon ke rumah hendak berbicara dengan suami saya. Ia melaporkan bahwa seorang wanita berumur 70-an tahun yang biasa melayani sebagai pendoa di gereja kami sedang dilarikan ke rumah sakit. Selama ini, wanita tersebut hidup sendiri, dan penyakitnya yang parah telah membuatnya tidak bisa makan-minum, melihat, atau berjalan. Kami sangat mengkhawatirkan keadaannya dan tidak tahu apakah ia akan bertahan hidup, maka kami meminta pertolongan dan belas kasihan Allah. Gereja kami segera menyusun jadwal jaga agar ada anggota-anggota jemaat yang dapat menemani dan melayaninya sepanjang hari. Melalui kehadiran anggota jemaat itu, para pasien, pengunjung, dan staf rumah sakit pun ikut mengalami kasih Tuhan.
Surat Yakobus hendak mendorong jemaat Kristen mula-mula yang berlatar belakang Yahudi untuk mempedulikan orang-orang di sekitar mereka yang membutuhkan pertolongan. Yakobus menghendaki orang-orang beriman tidak hanya mendengarkan firman Allah, tetapi juga menjadi pelaku firman lewat tindakan mereka (1:22-25). Dengan menyebutkan perlunya mempedulikan kaum yatim piatu dan janda (ay.27), ia mengemukakan kebutuhan dari kelompok masyarakat yang tidak terurus, karena pada zaman itu seharusnya pihak keluargalah yang bertanggung jawab atas kebutuhan mereka.
Bagaimana tanggapan kita terhadap orang-orang yang tidak terurus di tengah jemaat dan lingkungan kita? Apakah kepedulian kepada para janda dan yatim piatu menjadi bagian penting dari penerapan iman kita? Kiranya Allah membuka mata kita untuk melihat dan melayani siapa saja yang yang membutuhkan pertolongan kita. —Amy Boucher Pye
Allah Bapa, hati-Mu tersentuh oleh penderitaan mereka yang tidak terurus dan kesepian. Tolonglah kami untuk mengasihi umat-Mu sebagaimana Engkau mengasihi mereka, karena kami semua diciptakan segambar dengan-Mu.
Iman sejati tidak hanya diucapkan melainkan dibuktikan lewat tindakan.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate