Pages - Menu

Saturday, May 6, 2017

Haruskah Saya Mengampuni?

Sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. —Kolose 3:13
Haruskah Saya Mengampuni?
Saya tiba di gereja lebih awal untuk menyiapkan sebuah acara. Di ujung ruang kebaktian, ada seorang wanita berdiri sambil menangis. Saya ingat, dahulu ia pernah membenci dan menggosipkan saya. Saya pun mengabaikan tangisannya dan menyalakan alat penyedot debu yang saya pakai. Mengapa saya harus peduli kepada orang yang tidak menyukai saya?
Namun, saat Roh Kudus mengingatkan tentang besarnya pengampunan Allah bagi saya, saya pun menghampiri wanita itu. Ia bercerita tentang bayinya yang dirawat di rumah sakit berbulan-bulan. Kami berpelukan, menangis, dan berdoa bersama untuk anaknya. Setelah menyelesaikan masalah di antara kami, kami sekarang telah menjadi sahabat baik.
Di Matius 18, Yesus mengumpamakan kerajaan surga seperti seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan para hambanya. Seorang hamba yang berutang sangat banyak memohon belas kasihan dari raja. Namun, tak lama setelah raja menghapus utangnya, ia malah mencari dan menghukum orang lain yang berhutang kepadanya jauh lebih sedikit dari utangnya kepada raja. Saat mendengar berita itu, sang raja memenjarakan hamba yang jahat itu karena sikapnya yang tidak mau mengampuni (ay.23-34).
Memilih untuk mengampuni bukan berarti kita menyetujui dosa, membenarkan ketidakadilan yang dilakukan orang terhadap kita, atau mengecilkan kepedihan kita. Memberikan pengampunan sesungguhnya memerdekakan kita untuk menikmati belas kasihan Allah yang tak layak kita terima, dan itu terjadi ketika kita mengundang-Nya untuk menggenapi karya mulia anugerah-Nya yang membawa kembali kedamaian di dalam hidup dan hubungan kita. —Xochitl Dixon
Tuhan, tolong kami menyerahkan kepedihanku kepada-Mu sehingga Engkau dapat mengubah-Nya menjadi kebaikan. Mampukan kami untuk mengampuni dengan tulus dan total. Berilah kami Roh-Mu yang mempersatukan.
Mengampuni sesama menjadi ungkapan keyakinan kita pada hak Allah untuk menghakimi sesuai dengan kesempurnaan dan kebaikan-Nya.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate