Pages - Menu

Monday, June 26, 2017

Menyerap Firman Allah

Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu. —Ulangan 6:6-7
Menyerap Firman Allah
Ketika putra kami Xavier masih balita, keluarga kami berjalan-jalan mengunjungi Monterey Bay Aquarium. Sewaktu kami memasuki gedung tersebut, saya menunjuk ke arah patung besar yang tergantung di langit-langit. “Lihat itu. Ikan paus bungkuk.” Xavier terlihat begitu kagum dan berkata, “Dahsyat.” Suami saya menoleh ke arah saya dan bertanya, “Koq ia bisa tahu kata itu?”
“Ia pasti pernah mendengar kita mengatakannya.” Saya heran sekaligus kagum melihat bagaimana anak balita kami telah menyerap kosakata yang sebenarnya belum pernah kami ajarkan kepadanya.
Di Ulangan 6, Allah memerintahkan umat-Nya agar bersungguh-sungguh dalam mengajar anak-anak mereka untuk mengenal dan menaati Kitab Suci. Semakin bangsa Israel dan anak-anak mereka mengenal Allah, semakin mereka ingin menghormati-Nya. Mereka juga akan semakin menikmati berkat-berkat yang diterima karena mereka mengenal Allah dengan mendalam, mengasihi-Nya segenap hati, dan mengikuti-Nya dalam ketaatan penuh (ay.2-5).
Kesungguhan dalam menyerap firman Allah ke dalam hati dan pikiran kita (ay.6) akan menolong kita lebih siap meneruskan kasih dan kebenaran Allah kepada anak-anak kita di tengah aktivitas yang dijalani sehari-hari (ay.7). Melalui teladan yang kita tunjukkan, kita dapat memperlengkapi sekaligus mendorong kaum muda untuk mengakui dan menghormati otoritas serta relevansi kebenaran Allah yang tidak pernah berubah (ay.8-9).
Ketika firman Allah mengalir secara alami dari hati dan mulut kita, kelak kita akan meninggalkan warisan iman yang tangguh pada generasi-generasi mendatang (4:9). —Xochitl Dixon
Kata-kata yang kita serap menentukan kata-kata yang kita ucapkan, hidupi, dan teruskan kepada orang-orang di sekeliling kita.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate