Pages - Menu

Tuesday, July 18, 2017

Menghapus Cap

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. —Roma 5:8
Menghapus Cap
Sebuah gereja di kota saya memiliki kartu sambutan pengunjung dengan tulisan unik yang menunjukkan kasih dan anugerah Allah bagi setiap orang. Kartu itu menyatakan, “Baik kamu . . . orang baik, orang berdosa, pecundang, pemenang”—dilanjutkan dengan banyak istilah lain yang suka digunakan untuk menggambarkan orang yang bermasalah—“pemabuk, orang munafik, penipu, penakut, orang aneh . . . Kami senang menyambutmu!” Salah seorang pendetanya mengatakan kepada saya, “Kami membacakan isi kartu tersebut dengan suara lantang bersama-sama dalam kebaktian tiap Minggu.”
Berapa sering kita diberi cap oleh seseorang dan membiarkan cap itu membentuk gambaran diri kita? Dan betapa mudahnya juga bagi kita untuk memberikan cap pada diri orang lain. Namun, anugerah Allah menghapus semua cap itu karena anugerah itu berakar pada kasih-Nya, bukan pada persepsi kita sendiri. Entah kita memandang diri kita hebat atau buruk, mampu atau tidak mampu, kita dapat menerima hidup kekal yang dikaruniakan Allah. Rasul Paulus mengingatkan para pengikut Yesus di Roma, pada “waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah” (Rm. 5:6).
Allah tidak menuntut kita untuk berubah dengan kekuatan kita sendiri. Sebaliknya Dia mengundang kita supaya datang apa adanya untuk menemukan pengharapan, pemulihan, dan kebebasan di dalam Dia. “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (ay.8). Tuhan siap dan bersedia menerima kita apa adanya. —David McCasland
Bapa Surgawi, terima kasih atas kasih-Mu yang ajaib di dalam Yesus Kristus.
Pengampunan Allah mengangkat orang yang dicap pecundang dan merendahkan orang yang tinggi hati.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate