Pages - Menu

Wednesday, August 16, 2017

Ketakutan atau Beriman

Tuhan menyertai kita; janganlah takut kepada mereka. —Bilangan 14:9
Ketakutan atau Beriman
“Suami saya mendapat promosi untuk bekerja di negara lain, tetapi saya takut untuk meninggalkan rumah kami. Jadi dengan berat hati, ia menolak tawaran itu,” cerita seorang teman kepada saya. Ia menjelaskan bagaimana ketakutan karena perubahan besar semacam itu membuatnya kehilangan kesempatan untuk mengalami petualangan baru. Terkadang ia juga masih memikirkan peluang yang lepas dari tangan mereka karena memutuskan untuk tidak pindah.
Ketika dipanggil untuk mendiami negeri yang kaya, subur, dan berlimpah-limpah “susu dan madu” (Kel. 33:3), bangsa Israel membiarkan perasaan cemas melumpuhkan mereka. Ketika mendengar laporan tentang bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar (Bil. 13:28), Israel mulai takut. Mayoritas dari mereka menolak panggilan untuk memasuki negeri itu.
Namun, Yosua dan Kaleb mendorong mereka untuk percaya kepada Tuhan dengan mengatakan, “Tuhan menyertai kita; janganlah takut kepada mereka” (Bil. 14:9). Meskipun bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat, Israel dapat mempercayai bahwa Tuhan menyertai mereka.
Teman saya tidak diperintahkan untuk pindah ke negara lain seperti yang dialami bangsa Israel. Namun, ia menyesal karena membiarkan ketakutan menggagalkan peluang yang diterimanya. Bagaimana denganmu—apakah kamu menghadapi situasi yang menakutkan? Jika ya, ketahuilah bahwa Allah menyertai kamu dan akan memandumu. Dengan kasih-Nya yang tidak berkesudahan, kita dapat melangkah maju dalam iman. —Sheridan Voysey
Bapa yang penuh kasih, kiranya aku tak membiarkan ketakutan menghambatku untuk mengikut-Mu, karena aku tahu Engkau akan selalu mengasihiku dan takkan pernah meninggalkanku.
Ketakutan dapat melumpuhkan tetapi iman mendorong kita untuk mengikut Allah.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate