Pages - Menu

Wednesday, August 2, 2017

Pengakuan Sang Profesor

Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. —1 Yohanes 3:16
Pengakuan Sang Profesor
Terkejut dengan kebiasaan menulis yang buruk dari mahasiswanya, David Foster Wallace, profesor sekaligus penulis ternama, memikirkan cara-cara untuk meningkatkan keterampilan menulis mereka. Pada saat itulah, sebuah pertanyaan yang menyentak dirinya. Mungkinkah mahasiswanya mau mendengarkan masukan dari seseorang seperti dirinya yang “sombong, kaku, merasa benar sendiri, [dan] suka merendahkan orang lain”. Ia tahu dirinya mempunyai masalah dengan kesombongan.
Sang profesor benar-benar berubah, tetapi ia tidak mungkin bisa menjadi seperti salah satu mahasiswanya. Namun, saat Yesus datang ke dunia ini, Dia menunjukkan kepada kita kerendahan hati yang sejati dengan menjadi manusia seperti kita. Melawan segala bentuk batasan yang ada, Yesus berkeliling ke mana saja untuk melayani, mengajar, dan melakukan kehendak Bapa-Nya.
Bahkan saat disalibkan, Yesua berdoa meminta pengampunan bagi para algojo-Nya (Luk. 23:34). Dalam pergumulanNya untuk bernapas, Yesus masih mengaruniakan hidup kekal kepada seorang penjahat yang disalib bersama-Nya (ay.42-43).
Mengapa Yesus melakukannya? Mengapa Dia mau melayani orang seperti kita sampai akhir hayat-Nya? Yohanes memberikan jawabannya. Semua karena kasih! Ia menulis, “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita.” Lalu Yohanes menegaskan penerapannya bagi kita, “Jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita” (1Yoh. 3:16).
Yesus menunjukkan kepada kita bahwa kasih-Nya menghapus kecongkakan kita, kesombongan kita, dan sikap kita yang merendahkan sesama. Dan Yesus melakukannya dengan cara yang teragung—Dia menyerahkan nyawa-Nya. —Tim Gustafson
Bapa, kami mudah memandang rendah orang lain. Ampunilah kami. Berilah kami hati yang penuh kasih seperti yang ditunjukkan Anak-Mu kepada kami.
Yesus mengasihi dengan cara melayani kita.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate