Pages - Menu

Sunday, August 27, 2017

Sungguh-Sungguh Mencari

Engkau akan disebutkan “yang dicari”, “kota yang tidak ditinggalkan.” —Yesaya 62:12
Sungguh-Sungguh Mencari
Setiap Sabtu, keluarga kami berjajar di tepi lapangan untuk menyemangati putri saya yang mengikuti lomba lari bersama tim lintas alam di sekolahnya. Setelah melintasi garis finis, para atlet berlarian untuk bergabung dengan rekan satu tim, pelatih, dan orangtua mereka. Keramaian orang menutupi sekitar 300 pelari sehingga sulit untuk menemukan satu dari banyak orang di situ. Kami mencermati dengan semangat kerumunan itu sampai menemukan dan mendekap satu-satunya atlet yang menjadi alasan kami ada di sana: putri kami yang terkasih.
Setelah mengalami pembuangan di Babel selama 70 tahun, Allah mengembalikan orang Yahudi ke Yerusalem dan Yehuda. Nabi Yesaya menggambarkan kegembiraan Allah bagi mereka. Yesaya juga menjelaskan persiapan yang dilakukan untuk menyambut mereka kembali. Allah telah meneguhkan panggilan-Nya atas mereka sebagai umat-Nya yang kudus dan memulihkan kehormatan mereka dengan nama baru, “yang dicari” dan “kota yang tidak ditinggalkan” (Yes. 62:12). Allah mencari mereka yang tersebar di seluruh Babel untuk membawa mereka kembali kepada-Nya.
Seperti orang Israel, kita juga adalah anak-anak yang dikasihi Allah. Kita sungguh-sungguh dicari oleh Allah. Meskipun dosa pernah menyebabkan kita terpisah dari-Nya, pengorbanan Yesus membuka jalan kita untuk kembali kepada-Nya. Allah mencari setiap dari kita dengan sungguh-sungguh, menanti untuk mendekap kita dalam kehangatan-Nya. —Kirsten Holmberg
Tuhan, terima kasih karena telah mencariku saat aku tersesat dan membawaku pulang kepada-Mu melalui Yesus Kristus.
Allah mencari anak-anak yang dikasihi-Nya.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate