Pages - Menu

Wednesday, October 11, 2017

Matahari Bersayap Dua

Beginilah firman Tuhan . . . : Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. —Yesaya 38:5
Matahari Bersayap Dua
Selama lima tahun, sebuah stempel kuno yang terbuat dari tanah liat dibiarkan tersimpan dalam lemari di Institut Arkeologi Yerusalem. Stempel itu ditemukan dalam penggalian di bagian selatan dari tembok kota kuno Yerusalem. Namun, penelitian awal tidak berhasil menemukan arti penting dari benda yang berusia hampir 3.000 tahun tersebut. Di kemudian hari, seorang peneliti dengan cermat mengamati huruf-huruf yang tertera pada stempel itu dan menghasilkan penemuan besar. Inskripsi yang tertulis dalam bahasa Ibrani kuno itu menyatakan: “Milik Hizkia [bin] Ahas, Raja Yehuda.”
Di bagian tengah stempel itu terdapat gambar matahari bersayap dua yang dikelilingi dua gambar yang melambangkan kehidupan. Para arkeolog yang menemukan stempel itu meyakini bahwa Raja Hizkia mulai menggunakannya sebagai lambang perlindungan Allah setelah Allah menyembuhkan Hizkia dari penyakit yang nyaris merenggut nyawanya (Yes. 38:1-8). Hizkia memohon agar Tuhan menyembuhkannya dan doanya dijawab oleh Tuhan. Dia juga memberi Hizkia sebuah tanda yang menyatakan bahwa Dia pasti menepati janji-Nya. Tuhan berfirman, “Sesungguhnya, bayang-bayang pada penunjuk matahari buatan Ahas akan Kubuat mundur ke belakang sepuluh tapak yang telah dijalaninya” (ay.8).
Fakta-fakta yang terkait dengan artefak arkeologis tersebut mengingatkan sekaligus menguatkan kita bahwa umat di zaman Alkitab belajar untuk berseru kepada Tuhan yang mendengarkan ketika kita mohon pertolongan-Nya. Kita pun belajar hal yang sama. Sekalipun jawaban-Nya mungkin tidak sesuai dengan keinginan atau harapan kita, kita dapat tetap meyakini bahwa Allah sungguh penuh belas kasih dan berkuasa. Dia yang sanggup mengatur pergerakan matahari pasti juga sanggup menggerakkan hati kita. —Poh Fang Chia
Ya Allah, Engkau Mahabesar dan Mahakuasa, tetapi Engkau mau mempedulikanku. Tolonglah aku mempercayai kuasa dan kasih-Mu dan selalu mencari pertolongan-Mu.
Berserulah kepada Allah: Dia ingin mendengar seruanmu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate