Pages - Menu

Wednesday, November 8, 2017

Berpikir Sebelum Bicara

Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku! —Mazmur 141:3
Berpikir Sebelum Bicara
Cheung kesal dengan istrinya yang tidak berhasil mendapatkan arah ke sebuah restoran terkenal yang ingin mereka kunjungi. Keluarga Cheung sudah berencana menutup liburan di Jepang dengan menikmati santapan yang mewah dan lezat sebelum terbang pulang ke negaranya. Namun saat itu, waktu sudah tidak memungkinkan bagi mereka untuk menikmati hidangan tersebut. Karena frustrasi, Cheung pun mengkritik sang istri untuk perencanaannya yang tidak matang.
Namun kemudian, Cheung menyesali kata-kata yang diucapkannya dan sikapnya yang terlalu kasar. Ia juga menyadari, sebenarnya ia bisa mencari sendiri arah ke restoran tersebut. Ia bahkan lupa berterima kasih kepada istrinya untuk perencanaan yang disusunnya bagi tujuh hari liburan mereka yang telah berlalu.
Banyak dari kita mungkin pernah mengalami hal yang sama. Kita tergoda untuk meluapkan kemarahan dan membiarkan kata-kata kasar terucap tanpa kendali. Kita sungguh perlu berdoa seperti pemazmur: “Awasilah mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku!” (Mzm. 141:3).
Namun, bagaimana kita dapat melakukannya? Nasihat ini mungkin dapat menolongmu: Berpikirlah sebelum berbicara. Apakah perkataan kamu baik dan bermanfaat, ramah dan tulus? (Lihat Ef. 4:29-32).
Mengawasi mulut berarti kita berusaha berdiam diri dan tidak membalas ketika kita tersinggung. Menjaga bibir berarti kita meminta pertolongan Tuhan untuk mengucapkan kata-kata yang tepat dengan nada yang tepat, atau bahkan berhenti berbicara sama sekali. Mengendalikan perkataan merupakan tugas kita seumur hidup. Syukurlah, Allah terus bekerja di dalam diri kita untuk membuat kita “rela dan sanggup menyenangkan hati Allah” (Flp. 2:13 BIS). —Poh Fang Chia
Ya Tuhan, tolonglah kami untuk selalu berpikir sebelum berbicara. Berilah kami kata-kata untuk diucapkan dan hikmat untuk mengetahui kapan harus berhenti berbicara.
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang. Amsal 16:24

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate