Pages - Menu

Sunday, March 18, 2018

Surat Kiriman

Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti. —Nehemia 8:9
Surat Kiriman
Jauh dari rumah dalam pelatihan dasar untuk menghadapi Perang Dunia II, para tentara tamtama Amerika Serikat menggunakan humor dan surat-menyurat untuk menghibur diri di tengah tantangan yang ada di depan mata. Dalam sepucuk surat yang dikirim ke kampung halamannya, seorang pemuda menggambarkan proses vaksinasi dengan kiasan yang lucu: “Dua petugas kesehatan mengejar kami dengan harpun (tombak untuk berburu, ujungnya menyerupai ujung anak panah). Mereka menangkap kami, menjepit kami di lantai, dan menancapkan harpun itu di tiap lengan.”
Namun, ada seorang prajurit yang menyadari bahwa humor hanya menghiburnya sesaat. Kemudian ia menerima Alkitab. “Saya sangat menyukainya dan membacanya setiap malam,” tulisnya. “Saya tak pernah menyangka dapat belajar begitu banyak hal dari Alkitab.”
Setelah bertahun-tahun menjadi budak di Babel, bangsa Yahudi kuno yang pulang ke tanah kelahiran mereka ternyata menemui banyak masalah baru. Dalam perjuangan membangun kembali tembok Yerusalem, mereka bergelut menghadapi perlawanan dari musuh, bencana kelaparan, dan dosa mereka sendiri. Di tengah-tengah masalah tersebut, mereka berpaling kepada firman Allah. Mereka dibuat takjub oleh apa yang mereka pelajari. Ketika para imam membacakan kitab Taurat Allah, semua orang menangis (Neh. 8:10). Namun, mereka juga memperoleh penghiburan. Nehemia, sang kepala daerah, mengatakan kepada mereka, “Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena Tuhan itulah perlindunganmu!” (ay.11).
Jangan menunggu ada masalah, baru kita mau mendengar firman Allah. Saat ini juga kita dapat belajar mengenai karakter-Nya, pengampunan-Nya, dan penghiburan-Nya dari Alkitab. Saat membaca Alkitab, kita akan dibuat takjub oleh apa yang disingkapkan Roh Kudus kepada kita melalui setiap lembarannya. —Tim Gustafson
Alkitab menolong kita melihat diri kita apa adanya dan melihat betapa Allah sangat mengasihi kita.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate