Pages - Menu

Wednesday, July 25, 2018

Menyadari Ketidaksempurnaan

Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu. —Efesus 3:16
Menyadari Ketidaksempurnaan
Seorang dosen di kampus memberi saya nasihat yang bijak setelah melihat sifat perfeksionis membuat saya sering menunda-nunda. “Jangan biarkan kesempurnaan mematikan apa yang baik,” katanya. Ia menjelaskan bahwa usaha menampilkan sesuatu yang sempurna bisa menghalangi risiko-risiko yang sebenarnya diperlukan seseorang untuk bertumbuh. Dengan menerima kenyataan bahwa pekerjaan saya tidak akan pernah sempurna, saya justru memperoleh kebebasan untuk terus bertumbuh.
Rasul Paulus memberi kita alasan yang lebih penting untuk berhenti mengupayakan sendiri kesempurnaan diri: kita menjadi tidak sadar bahwa kita membutuhkan Kristus.
Paulus pernah mengalami sendiri kebenaran tersebut. Setelah bertahun-tahun berusaha menaati Hukum Taurat secara sempurna, segalanya berubah total ketika ia bertemu dengan Yesus Kristus (Gal. 1:11-16). Paulus menyadari bahwa jika usahanya sendiri cukup untuk menjadikannya utuh dan benar di hadapan Allah, “maka sia-sialah kematian Kristus” (2:21). Hanya dengan berhenti mengandalkan diri sendirilah, ia dapat mengalami Kristus hidup di dalam dirinya (ay.20). Hanya dalam ketidaksempurnaannya, ia bisa mengalami kuasa Allah yang sempurna.
Itu tidak berarti kita tidak perlu melawan dosa (ay.17); melainkan bahwa kita memang harus berhenti mengandalkan kekuatan kita sendiri untuk dapat bertumbuh secara rohani (ay.20).
Dalam hidup ini, kita akan selalu berada dalam proses. Namun, saat dengan rendah hati kita menyadari kebutuhan kita akan Yesus, satu-satunya Pribadi yang sempurna, Dia akan berdiam di dalam hati kita (Ef. 3:17). Dengan berakar di dalam Dia, kita bebas bertumbuh dalam kasih yang “melampaui segala pengetahuan” (ay.19). —Monica Brands
Tuhan, kami sering kehilangan sukacita dan kemerdekaan hidup bersama-Mu karena kami terus mengandalkan diri sendiri. Tolonglah kami untuk mengandalkan-Mu saja.
Kita bebas bertumbuh dalam kasih Yesus.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate