Pages - Menu

Wednesday, September 23, 2015

Pantaslah!

Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita. —1 Yohanes 4:19
Pantaslah!
“Ia sempurna untukmu,” kata seorang teman kepadaku. Ia sedang berbicara tentang seorang pria yang baru saja dikenalnya. Ia menceritakan tatapan lembut pria itu, senyum ramahnya, dan kebaikan hatinya. Ketika saya bertemu pria itu, saya sependapat dengan teman saya itu. Sekarang pria itu sudah menjadi suami saya, dan pantaslah saya mencintainya!
Di kitab Kidung Agung, sang pengantin wanita sedang bercerita tentang kekasihnya. Cinta kekasihnya itu jauh lebih nikmat daripada anggur dan lebih harum dari segala macam rempah. Nama kekasihnya lebih indah dari apa pun di dunia ini. Dan ia menyatakan bahwa pantaslah ia dicintai.
Namun ada satu Pribadi yang jauh melebihi kekasih duniawi mana pun, Pribadi dengan kasih yang jauh lebih nikmat daripada anggur. Kasih-Nya memuaskan setiap kebutuhan kita. “Keharuman-Nya” jauh melebihi minyak wangi apa pun karena ketika Dia menyerahkan diri-Nya bagi kita, pengorbanan-Nya menjadi suatu persembahan dan korban yang harum bagi Allah (Ef. 5:2). Lebih dari itu semua, nama-Nya ada di atas segala nama (Flp. 2:9). Pantaslah kita mengasihi-Nya!
Alangkah istimewanya kita dapat mengasihi Yesus. Itulah pengalaman terbaik dalam hidup ini! Pernahkah kita meluangkan waktu untuk menyatakan kasih kita kepada-Nya? Apakah kita mengungkapkan keindahan Juruselamat kita dengan bibir kita? Jika kita menunjukkan keindahan-Nya melalui hidup kita, orang lain akan berkata, “Pantaslah kamu mengasihi-Nya!” —Keila Ochoa
Tuhan, Engkau sungguh indah! Pantaslah kami mengasihi-Mu! Kami berdoa, tambahkan kasih kami kepada-Mu hari ini. Tolong kami untuk melihat keindahan-Mu dengan cara-cara yang baru.
Firman Allah menyatakan tentang kasih-Nya; perkataan kita menyatakan kasih kita kepada-Nya.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Translate