Pages - Menu

Sunday, January 3, 2016

Segala Kebaikan-Nya

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya! —Mazmur 103:2
Segala Kebaikan-Nya
Perjalanan hidup kita sering menjadi sulit karena perhatian kita begitu tersita pada apa yang kita pikir kita butuhkan saat ini sehingga kita lupa pada apa yang sesungguhnya sudah kita miliki. Saya diingatkan akan hal itu ketika paduan suara di gereja kami menyanyikan sebuah pujian yang indah dari Mazmur 103. “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya” (ay.2). Bagi kita, Tuhan itu maha pengampun, penyembuh, penebus, penyedia, pemuas, dan pembaru (ay.4-5). Bagaimana mungkin kita melupakan semua itu? Namun kenyataannya, itulah yang sering kita lakukan ketika pengalaman hidup sehari-hari membuat perhatian kita tersita oleh berbagai kebutuhan yang mendesak, kegagalan yang berulang, dan keadaan yang tidak lagi dapat kita kendalikan.
Penulis mazmur ini mengajak kita untuk mengingat, “TUHAN adalah penyayang dan pengasih. . . . Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia” (ay. 8,10-11).
Dalam perjalanan iman kita, kita merendahkan diri datang kepada Yesus Kristus karena ketidaklayakan kita. Kita merasa sama sekali tidak berhak menerima anugerah-Nya dan dibuat takjub oleh kasih-Nya yang berlimpah. Itu semua mengingatkan kita akan segala kebaikan-Nya.
“Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku” (ay.1). —David McCasland
Bapa Surgawi, kami berdiam diri sejenak untuk mengingat-ingat segala yang kami miliki di dalam Engkau. Beri kami mata untuk melihat berkat pemeliharaan-Mu dan tolong kami untuk mengingat setiap kebaikan yang telah Engkau berikan kepada kami.
Kasih terbukti ketika Allah menjadi manusia.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Translate