Pages - Menu

Monday, September 26, 2016

Menenangkan Jiwa

Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! —Mazmur 46:11
Menenangkan Jiwa
Sewaktu menghadiri sebuah konser, benak saya mengembara saat memikirkan kesulitan yang terus-menerus menyita perhatian saya. Syukurlah gangguan itu segera berlalu ketika saya mulai menghayati lirik dari sebuah himne pujian yang indah. Kelompok pria yang bernyanyi akapela itu sedang melantunkan himne “Be Still, My Soul” (Tenang dan Sabarlah). Air mata saya mengalir ketika saya mendengarkan lantunan liriknya dan merenungkan tentang ketenangan dari damai sejahtera yang hanya bisa diberikan oleh Allah.
Tenang dan sabarlah, wahai jiwaku; Tahan derita, jangan mengeluh; Serahkan sajalah pada Tuhanmu segala duka yang menimpamu. Allah setia, tak mengecewakan; yang di naungan-Nya ingin berteduh (Nyanyikanlah Kidung Baru, No. 169).
Yesus pernah mengecam kota-kota yang tidak mau bertobat, padahal di sanalah Dia melakukan paling banyak mukjizat (Mat. 11:20-24). Namun Dia masih mengucapkan kata-kata penghiburan bagi mereka yang mau datang kepada-Nya. Dia berkata: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, . . . belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (ay.28-29).
Sungguh pernyataan yang luar biasa! Segera setelah mengucapkan kecaman yang keras atas mereka yang menolak-Nya, Yesus mengulurkan undangan bagi semua orang supaya mereka datang mendekat kepada-Nya dan menemukan damai sejahtera yang selama ini selalu kita rindukan. Yesuslah satu-satunya yang dapat menenangkan kegelisahan dalam jiwa yang lelah. —Joe Stowell
Aku datang kepada-Mu saat ini, ya Tuhan, untuk menenangkan hatiku. Tolonglah aku untuk mempercayai-Mu dan meyakini kasih-Mu.
Ketika kita menaruh pikiran kita kepada Yesus, Dia menaruh damai sejahtera dalam pikiran kita.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Translate