Pages - Menu

Monday, May 1, 2017

Pertanyaan untuk Allah

Pergilah dengan kekuatanmu . . . . Akulah yang menyertai engkau. —Hakim-Hakim 6:14,16
Pertanyaan untuk Allah
Apa yang akan kamu lakukan jika Tuhan tiba-tiba muncul di hadapanmu dengan membawa sebuah pesan? Itulah yang dialami Gideon pada masa Israel kuno. “Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: ‘Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.’” Gideon bisa saja menjawab cukup dengan sebuah anggukan, tetapi ia justru berkata: “Ah, tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami?” (Hak. 6:12-13). Gideon ingin tahu mengapa seolah-olah Allah telah meninggalkan umat-Nya.
Allah tidak menjawab pertanyaan itu. Meskipun Gideon dan bangsanya telah mengalami serangan musuh, kelaparan, dan bersembunyi di gua-gua selama tujuh tahun terakhir, Allah tidak menjelaskan mengapa Dia tidak pernah turun tangan. Allah bisa saja menyingkapkan dosa-dosa bangsa Israel di masa lalu sebagai alasan, tetapi sebaliknya Dia memberi Gideon pengharapan untuk masa depan. Allah berkata, “Pergilah dengan kekuatanmu . . . . Akulah yang menyertai engkau” (ay.14,16).
Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa Allah mengizinkan penderitaan terjadi dalam hidupmu? Daripada menjawab pertanyaan yang spesifik itu, Allah dapat memuaskanmu dengan kedekatan-Nya dengan kamu hari ini dan mengingatkan bahwa kamu dapat mengandalkan kekuatan-Nya di saat kamu merasa lemah. Ketika Gideon akhirnya percaya bahwa Allah menyertainya dan akan menolongnya, ia pun membangun mezbah dan menamainya “Tuhan itu keselamatan” (ay.24).
Alangkah damainya saat mengetahui bahwa apa pun yang kita lakukan dan ke mana pun kita melangkah, kita melakukannya bersama dengan Allah yang berjanji tidak akan pernah membiarkan atau meninggalkan anak-anak-Nya. —Jennifer Benson Schuldt
Yang lebih baik daripada menerima jawaban untuk pertanyaan-pertanyaanmu? Mempercayai Allah yang Mahabaik dan Mahakuasa.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Translate