Pages - Menu

Friday, May 3, 2013

Peraturan Mama

Baca: Efesus 4:17-32 Kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan. —Efesus 4:22 Saya pernah bertemu seorang wanita yang sangat menyenangkan. Ia dipanggil “Mama Charlie” dan ia telah membesarkan lusinan anak asuh. Anak-anak ini diserahkan pengadilan kepadanya. Ia memberi mereka bimbingan dan kasih di suatu tempat tinggal yang tenang. Ia menceritakan kepada saya bahwa setiap kali seorang anak baru datang, hal pertama yang ia lakukan adalah menjelaskan “Peraturan Mama”, antara lain mengatur tata-tertib berperilaku dan tugas-tugas rumah tangga sehari-hari. Tugas-tugas itu sangat membantu Mama Charlie dalam mengurus rumah tangga yang sibuk, sekaligus mengajarkan tanggung jawab kepada anak-anak yang tak punya kebiasaan demikian. Mungkin ada anak-anak yang menolak tunduk pada “Peraturan Mama” ini karena merasa kesenangan mereka telah dirampas. Namun tidak demikian sebenarnya. Aturan-aturan ini justru menciptakan sebuah rumah tangga yang tertata baik, tempat Mama dan anak-anaknya akan merasakan kehidupan yang damai dan menyenangkan. Demikian juga, ada orang yang memandang peraturan yang Allah tetapkan dalam Alkitab sebagai rintangan bagi kita untuk menikmati hidup. Namun sebaliknya, batas-batas yang Allah tetapkan itu sebenarnya melindungi kita dari kecenderungan hati kita yang berdosa dan mendidik kita memberikan tanggapan yang sehat kepada-Nya. Contohnya dalam Efesus 4, Rasul Paulus memberikan sejumlah petunjuk tentang cara hidup kita yang sepatutnya. Ketika kita hidup menurut petunjuk-petunjuk ini dan peraturan lain yang diberikan Allah dalam kasih, kita menerima perlindungan dan kesempatan untuk mengalami sukacita sejati yang abadi. —WEC Bapa, terima kasih atas batas-batas hidup yang melindungi kami dari dosa dan dari diri kami sendiri. Berilah kami karunia dan hikmat untuk tunduk dengan penuh syukur pada firman-Mu ketika kami berada dalam bahaya dan cobaan. Firman Allah adalah kompas yang menuntun kita untuk tetap berada di jalan yang benar.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate