Pages - Menu

Wednesday, January 30, 2013

Diary Rabu, 30 Januari 2013

Hari ini semua tampak lebih indah dibanding hari kemarin, bahkan sejak awal aku terbangun, aku sudah bisa merasakannya. Seakan-akan aku sudah mengetahui bahwa hari ini akan ada penyertaan Tuhan yang ajaib dalam hidupku.
Akupun menjalani rutinitasku di kantor seperti di hari-hari yang lain, dengan berbagai task ini dan itu yang selalu baru, maklum kalau ada di dalam tim yang mengerjakan pekerjaan proyekan, kita harus selalu siap dengan hal-hal yang baru.
Bahkan beberapa "keajaiban" pun aku lihat lagi, kali ini dalam hal memunculkan sebuah content yang ditrim sebanyak 600 karakter khusus untuk frontpage. Setting standar sudah kulakukan, tetapi ternyata tidak berhasil sebagaimana mestinya. Akupun meminta petunjuk dari atasanku yang sudah lebih menguasai drupal, dan beliaupun mengatakan bahwa ada sesuatu yang aneh dengan template yang digunakan sehingga trim yang seharusnya bekerja dengan baik malah sama sekali tidak bekerja.
Setelah memodifikasi template tersebut dengan cara trim manual menggunakan syntax substr PHP, akhirnya masalah pun bisa diselesaikan. Dan akupun melanjutkan dengan beberapa CSS issue, seperti mobile responsive CSS, merapikan tampilan, mengubah horizontal menu menjadi select option saat dalam mobile view, dan task-task lain yang menyangkut hal-hal sederhana.
Siangnya aku dan seorang rekan kerja mencoba makan di tempat yang sama sekali belum pernah kami datangi, di daerah jalan godean, tepatnya sebuah warung Xtra Hot di jalan godean. Dan kamipun mendapati bahwa warung itu bersih dan view-nya lumayan menenangkan dan sejuk, karena berada di dekat sungai yang cukup curam.
Pekerjaan pun aku lanjutkan seusai makan siang, dan sore harinya, atasanku harus terlebih dahulu pulang untuk mengurus sesuatu hal, sehingga sejak saat itu praktis tidak ada lagi task baru yang harus aku kerjakan, dan kesempatan bagiku untuk menyelesaikan task yang ada dan kemudian mempersiapkan diri karena jam 6 sore aku akan bertugas melayani sebagai operator multimedia (LCD) di acara HUT KMDM di gerejaku.
Dan sekitar jam 17.15 akupun meninggalkan kantor dan menuju gereja, lalu jam 6 sore dimulailah acara, dan bintang tamu kami hari ini, Bobby "One Way" pun mendadak menuliskan lirik-lirik lagu yang akan dinyanyikannya di secarik kertas, dan akupun menyalinnya ke dalam software Easyworship yang kami gunakan.
Ibadah dan perayaan pun berjalan dengan lancar, dan kami semua mendapatkan sukacita yang dari Tuhan, dan acar dilanjutkan dengan ramah tamah hingga pukul 9 malam, lalu akupun pulang.
Sempat terjadi salah pengertian di perjalanan pulang, saat pacarku hendak mengisi bensin, akupun menyimpang sejenak ke ATM di dekat situ, lalu segera ke SPBU lagi, tetapi dia sudah tidak ada. Pacarkupun mengira bahwa aku sudah pulang duluan, namun puji Tuhan tidak terjadi kesalahpahaman yang berlarut-larut, dan malam ini pun akan aku tutup segera setelah aku menuliskan posting ini.
Saatnya beristirahat, teman-teman!
Tuhan memberkati!

Tak Dapat Dihentikan

Bacaan: Bilangan 22:10-34
"Kemudian Tuhan menyingkapkan mata Bileam; Dilihatnyalah Malaikat Tuhan dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan.." (ayat 31)

"Segala cara akan kutempuh. Tak ada yang bisa menghentikanku untuk melakukannya." Saya sering mendengar orang menunjukkan sikap seperti itu ketika mendapatkan satu gagasan atau melihat satu kesempatan yang kelihatan baik dan menguntungkan. Mereka mengerahkan segala daya upaya mereka untuk mencapainya.
Untuk membuktikan bobroknya pemikiran seperti itu, saya akan menggunakan seekor keledai untuk menjelaskannya - keledai milik seorang pria bernama Bileam.
Bileam ditawari satu tugas yang menguntungkan dari seorang raja negeri tetangga, dan ia minta izin Allah untuk menerima tawaran ini (Bilangan 22). Ketika Allah tidak mengizinkannya, wakil raja mengajukan tawaran yang lebih tinggi. Berpikir bahwa Allah mungkin akan berubah pikiran, Bileam kembali bertanya. Allah memberikan izin bagi Bileam untuk menerima tawaran tersebut tetapi dengan sejumlah syarat yang ketat. Allah mengetahui hati Bileam dan tidak berkenan kepadanya, sehingga Dia mengutus malaikat-Nya untuk menghalangi jalannya. Bileam tidak dapat melihat kehadiran malaikat itu, tetapi keledainya yang dapat melihat malaikat itu. Ketika keledainya menolak untuk maju, Bileam menjadi marah kepada keledai itu karena sudah menghambat perjalanannya.
Cerita Bileam mengajar kita bahwa tidak semua hambatan harus diatasi. Sebagian hambatan ditempatkan Allah untuk mencegah kita melakukan hal-hal yang bodoh. Ketika rencana kita terhalang, jangan langsung beranggapan bahwa iblis yang sedang berusaha menghentikan kita. Mungkin saja itu cara Allah untuk melindungi kita.
Kiranya hikmat-Mu akan memimpinku selalu, karena aku tak berani mempercayai diriku sendiri; Pimpin aku, Tuhan, dalam kelembutan kasih-Mu, jangan biarkan aku berjalan sendiri.

Allah selalu melindungi kita - bahkan pada saat kita tak menyadari bahwa kita membutuhkannya. 


Dikutip dari "Santapan Rohani - RBC Indonesia" edisi 30 Januari 2013.
Tuhan Yesus memberkati

Tuesday, January 29, 2013

Diary Selasa, 29 Januari 2013

Seperti biasanya di hari-hari yang lain, hari inipun aku awali dengan datang ke hadapan Tuhan untuk merenungkan firmanNya, karena itulah yang menjadi sumber kekuatanku. Rutinitas harian pun kujalani kembali, mempersiapkan diri, berangkat ke kantor, dan bekerja seharian.
Sekitar jam setengah enam sore, saat sebagian besar pekerjaan hari ini sudah selesai, akupun memutuskan untuk pulang, meninggalkan dua orang rekan kantor yang masih belum menyelesaikan tugasnya. Akupun beranjak menuju kost, dan sesampainya di kost, akupun segera beristirahat selama kurang lebih satu jam untuk menyegarkan kembali tubuh dan pikiranku yang sudah cukup penat akibat kegiatan sepanjang hari ini.
Aku dibangunkan oleh teman kost yang mengalami masalah pada koneksi LAN dari komputernya ke jaringan speedy yang ada di kost kami, dan ternyata setelah aku cari akar permasalahannya, adalah karena ia baru saja menginstall ulang komputernya, akan tetapi ia belum menginstall driver LAN, sehingga otomatis ia tidak bisa terkoneksi ke jaringan yang ada di kost.
Akupun menyerankannya untuk mendownload driver tersebut dengan meminjam komputer milik teman yang lain, karena aku harus segera mandi dan berangkat ke gereja untuk mengikuti gladi bersih untuk acara HUT KMDM ke-13 esok hari.
Selesai mandi, akupun berangkat ke gereja, sekitar 15 menit kuhabiskan waktu di perjalanan, dan sampailah aku di gereja, dan akupun mengikuti latihan hingga selesai. Ada beberapa hal yang membuat agak dongkol, akan tetap semua bisa aku bereskan dengan pertolongan Tuhan. Semoga apa yang sudah kami persiapkan ini dapat dipersembahkan dengan baik esok untuk memuliakan Tuhan.
Dan akupun pulanglah ke kost, menulis kembali postingan santapan harian, dan posting ini, dan akupun harus segera beristirahat karena jam sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Terima kasih, Tuhan, untuk penyertaanMu sepanjang hari ini!

Pita Merah

Bacaan: Roma 5:1-8
"Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah." (ayat 2)

Istilah "pita merah" mengacu pada kejengkelan yang timbul akibat birokrasi berbelit-belit yang menghambat suatu penyelesaian masalah. Semula istilah ini mengacu pada kebiasaan mengikat dokumen-dokumen pemerintah dengan seutas pita merah.
Di awal dekade 1800-an, istilah ini dipopulerkan oleh karya tulis sejarawan asal Skotlandia, Thomas Carlyle, yang memprotes lambannya kerja pemerintah. Setelah perang saudara di Amerika Serikat, masalah "pita merah" ini kembali muncul ketika pada veteran perang menjumpai kesulitan untuk memperoleh tunjangan mereka. Istilah ini mengandung perasaan frustrasi dan kecewa karena besarnya rintangan yang terbangun terhadap usaha untuk mencapai suatu tujuan.
Pita merah birokrasi memang  terjadi di banyak tempat, tetapi ada satu tempat di seluruh alam semesta ini dimana hal itu tidak pernah ada, yaitu di takhta Allah. Dalam Roma 5:2, rasul Paulus berbicara tentang Kristus, bahwa "oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini."
Ketika hati kita hancur atau hidup kita susah, tidak ada pita merah yang akan datang menghambat kita untuk datang kepada Allah. Yesus Kristus sudah membuka jalan supaya kita dapat datang ke hadapan Raja Surgawi dengan penuh keberanian (Ibrani 4:16).
Ingatlah, ketika hati anda terluka, anda tidak perlu menghadapi banyak pita merah untuk menyampaikan kebutuhan anda kepada Allah. Melalui Kristus, kita mendapatkan akses penuh dan langsung ke hadapan Allah.
Terima kasih, Bapa, karena jalan menuju takhtaMu sudah dibuka untuk kami oleh Yesus Kristus. Kami tahu bahwa Engkau takkan mengabaikan kami. Terima kasih untuk kepastian yang kami miliki bahwa Engkau mempedulikan kami.
 Takhta Allah selalu terbuka bagi anak-anakNya.


Dikutip dari "Santapan Rohani - RBC Indonesia" edisi 29 Januari 2013.
Tuhan Yesus memberkati

Monday, January 28, 2013

Diary Senin, 28 Januari 2013

Hari ini kuawali dengan saat teduh bersama Tuhan, walaupun tadi agak sedikit "ngepas" sampai kantor, tapi aku bersyukur tidak sampai terlambat.
Hari ini kegiatan di kantor dimulai dengan sebuah task yang cukup rumit, yaitu mengenai konfigurasi feeds importer yang digunakan oleh client kami untuk mengimport posting dari blogger ke dalam situs drupal. Kali ini, daftar situs yang perlu dikonfigurasi sekitar 26 situs, dan sepanjang pagi hingga siang aku menghadapi berbagai kesulitan dalam melakukan konfigurasinya. Maklum karena belum terlalu menguasai topik yang satu ini. Belum lagi hari ini menemukan beberapa "keajaiban" drupal, yang membuatku tercengang-cengang sendiri.
Hal-hal yang sudah seharusnya berjalan sesuai desain ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan, sehingga aku diharuskan untuk menemukan akar permasalahannya. Dan butuh waktu hingga sekitar 3 jam untuk menemukannya, dan aku melanjutkan konfigurasi untuk situs pertama, yah akhirnya selesai juga pada jam 1 siang.
Dan ini sekaligus menandai waktu makan siang buatku. Aku dan mas Aris (rekan kerja - PM tim sebelah) makan bersama, yang namanya anak kost seperti aku inginnya mencari tempat makan yang tidak terlalu mahal harga makanannya (maklum pengen nabung), dan kamipun makan di sebuah warung prasmanan "POKWE" -> jiPOK deWE (ambil sendiri - bahasa Jawa).
Sepiring nasi, sayur, dan lauk ikan kembung menemani santap siangku hari ini, dan akupun menikmatinya. Sayangnya pikiranku agak terganggu dengan keuatiran akan kesehatan orang yang aku kasihi, yang saat ini sedang kurang enak badan. Aku hanya bisa berharap dia bisa bertahan dan dapat segera pulih kesehatannya (AMIN).
Dan setelah makan siang, lanjut kembali melakukan konfigurasi beberapa situs, hingga tak terasa jam 5 sore, baru sekitar 6 situs yang aku selesaikan. Atasanku pun akhirnya memintakan bantuan dari rekan-rekanku yang lain, setim maupun yang bukan setim untuk membantu, dan pada jam 19.20 kamipun berhasil menyelesaikan konfigurasi untuk 23 situs. Dan dengan tubuh yang lelah dan mata yang mengantuk, akupun berangkat menuju gereja untuk ikut latihan persiapan ibadah HUT KMDM yang akan dilaksanakan pada hari rabu minggu ini.
Sebelum latihan, aku menyempatkan diri untuk makan malam di angkringan yang berada di depan gerejaku, dan nasi, sayur, telur, dan gorengan pun menemani santap malamku. Kemudian akupun mengikuti latihan hingga selesai. Jam 21.20 akupun berangkat pulang ke kostku yang berjarak sekitar 6 kilometer dari gereja.
Sesampainya di rumah, saatnya meregangkan badan, mengistirahatkan pikiran, dan tentunya, menulis posting ini. Dan dengan selesainya posting ini, tibalah waktunya bagiku untuk beristirahat.
Terima kasih, Tuhan, untuk penyertaanMu sepanjang hari ini!

Masa Lalu yang Indah

Terkadang pikiran kita kembali ke tahun-tahun yang sudah lalu dan merindukan waktu dan tempat yang lebih indah itu, suatu waktu yang kita sebut sebagai masa lalu yang indah.
Namun bagi sebagian orang, masa lalu hanya membawa ingatan pahit. Di tengah kelamnya malam, mereka terus merenungkan kegagalan, kekecewaan, dan khayalan mereka sendiri, dan memikirkan betapa kejamnya hidup ini telah memperlakukan mereka.
Adalah lebih baik mengingat masa lalu seperti yang dilakukan Daud, yakni dengan merenungkan segala kebaikan yang telah Allah lakukan.
Merenungkan segala pekerjaanMu... memikirkan perbuatan tanganMu (Mazmur 143:5)
Ketika mengingat kembali kasih setia Tuhan, kita dapat melihat berkat-berkatNya di sepanjang kehidupan kita. Inilah kenangan indah yang membawa kebaikan bagi kita. Kenangan-kenangan ini membangkitkan suatu kerinduan yang mendalam akan diri Allah dan pemeliharaanNya yang lebih lagi. Kenangan ini mengubah masa lalu menjadi suatu masa yang dipenuhi kedekatan dan persekutuan dengan Tuhan kita.
Saya pernah mendengar sebuah cerita tentang seorang wanita lanjut usia yang biasa duduk berjam-jam di kursi goyangnya, dengan tangan yang terlipat di pangkuan, dan mata yang memandang jauh ke depan. Suatu hari putrinya bertanya, "Ibu, apa yang Ibu pikirkan ketika duduk diam di kursi goyang itu?" Ibunya menjawab lembut dengan kilauan di matanya, "Itu rahasiaku dengan Yesus."
Saya berdoa, kiranya kenangan dan perenungan kita akan membawa kita ke dalam hadiratNya.
Aku menjanjikan kepadamu kehadiranKu, menyertaiMu ke manapun engkau pergi; Aku takkan pernah meninggalkanmu saat engkau menjalani hidup di bumi.
Persekutuan dengan Kristus merupakan rahasia kebahagiaan untuk masa kini dan selamanya.


Dikutip dari "Santapan Rohani - RBC Indonesia" edisi 28 Januari 2013.
Tuhan Yesus memberkati

Monday, January 14, 2013

Hard decision

Today I face a reality: a choice that must not be avoided again.
I must choose between 2 choices, continue with all I've done so far, or try a new challenge.
I will take tonight to think about it. Hope that I won't make a wrong decision for my life.

How to download or backup your mail messages from Gmail

Gmail offers us the ability to download all our messages into a POP client, such as Mozilla's Thunderbird, Microsoft's Outlook, etc. Once configured, these POP client downloads and stores local copies of email messages to your hard disk, so you can access them offline.
Here are the steps:
1. If you don't have a POP client installed on your computer, please download one. I recommend using Mozilla's Thunderbird since it's very easy to use. You can download it from http://www.mozilla.org/en-US/thunderbird/
2. After installing the POP client (or if you already have any), first login to your Gmail account. On the top right you'll see Gear icon, click setting. Please look at the picture below:

3. On "Forwarding and POP/IMAP" tab, you'll have to enable POP for all mail, and on step 2, don't forget to choose to keep the emails on your Gmail's inbox. Then save the changes you've made.

4. Open the POP client, and fill in your login credentials into it, and then click get Mail button on the top left side (if you are using Mozilla's Thunderbird).
And bingo..the emails are being downloaded from your Gmail account.

My First Post

Hello fellas!
It's nice that I come back blogging now. For a long time I have been inactive on blogging, but suddenly the blogging passion arise again deep inside my heart (hyperbolic) lol.
I hope that it's a good start for it, and I hope that I can share most of my life's story, religious articles, tech news, and many more on progress.
See you on my next post!


Regards,


Piniel
 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate