Pages - Menu

Friday, April 25, 2014

Ikan Yang Ketakutan

Mengajari-Bob
Cerita & Ilustrasi oleh Heri Kurniawan

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya. —Yohanes 1:14

Ikan Yang Ketakutan
Saya mengalami bahwa merawat akuarium air laut bukanlah hal yang mudah. Saya harus memasang perangkat laboratorium kimia yang mudah dibawa ke mana-mana guna memantau tingkat nitrat dan kandungan amonia dari air tersebut. Saya perlu memasukkan berbagai vitamin, antibiotik, obat antibakteri, dan enzim. Saya harus menyaring airnya melalui kaca fiber dan arang.

Kamu mungkin berpikir ikan-ikan saya akan berterima kasih untuk semua itu. Ternyata tidak. Jika bayangan saya muncul di atas akuarium ketika hendak memberi mereka makan, mereka akan menyelam dan bersembunyi di balik kerang yang ada di sekitar mereka. Rupanya saya terlalu besar bagi mereka; dan tindakan saya tidak mereka mengerti. Mereka tidak menyadari bahwa sebenarnya saya berbuat baik bagi mereka. Agar persepsi mereka dapat berubah dibutuhkan semacam inkarnasi. Saya harus menjadi seekor ikan dan “berbicara” pada mereka dengan bahasa yang dapat mereka mengerti. Dan tentu hal itu mustahil buat saya.

Menurut Kitab Suci, Allah, Sang Pencipta jagat raya, telah melakukan sesuatu yang tampaknya mustahil. Dia datang ke dunia ini dalam wujud seorang bayi. “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya,” menurut Yohanes, “tetapi dunia tidak mengenal-Nya” (Yoh. 1:10). Lalu Allah, yang menciptakan segala sesuatu, mengambil rupa ciptaan-Nya, bagaikan penulis yang memerankan seorang tokoh dalam drama yang ditulisnya sendiri. Allah menuliskan suatu kisah, dengan menggunakan tokoh-tokoh yang nyata, pada lembar-lembar sejarah yang sesungguhnya. “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita” (ay.14). —PDY

Segala puji bagi-Nya, Tuhan yang kekal,
Yang turun menjadi darah dan daging;
Memilih palungan gantikan takhta-Nya
Padahal segala isi dunia adalah milik-Nya. —Luther

Allah masuk ke dalam sejarah umat manusia demi menawarkan anugerah hidup kekal kepada kita.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate