Pages - Menu

Thursday, June 19, 2014

Shrek Si Domba Pelarian

Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. —Yehezkiel 34:11
Shrek Si Domba Pelarian
Shrek adalah seekor domba pelarian. Ia pernah terpisah dari kawanannya dan menghilang selama 6 tahun. Akhirnya, seseorang menemukan Shrek tinggal dalam gua di sebuah tempat yang tinggi dan terjal di Selandia Baru. Orang itu bahkan tidak mengenali Shrek sebagai seekor domba. “Domba itu kelihatan seperti sesosok makhluk yang cuma ada dalam Alkitab,” kata orang itu. Komentar itu ada benarnya. Shrek merupakan gambaran dari apa yang terjadi pada seekor domba yang telah terpisah dari gembalanya.
Untuk turun dari gunung, Shrek harus digendong karena bulunya sudah terlalu berat (27 kg) dan itu membuatnya tidak dapat berjalan sendiri. Untuk meringankan Shrek dari beban beratnya itu, badannya harus ditelentangkan agar ia tidak bergerak-gerak dan tidak terluka ketika bulunya yang berat itu dicukur habis.
Cerita Shrek ini menggambarkan metafora yang Yesus gunakan ketika Dia menyebut diri-Nya sebagai Gembala yang Baik (Yoh. 10:11), dan ketika Allah menyebut umat-Nya sebagai domba-domba-Nya (Yeh. 34:31). Seperti Shrek, kita terjerumus pada keputusan-keputusan yang buruk ketika kita bergantung kepada diri sendiri, dan hidup kita ditimpa oleh berbagai beban berat dengan segala akibat yang harus kita tanggung (Yeh. 33:10). Untuk melepaskan kita dari beban tersebut, kita mungkin harus berada dalam posisi tidak berdaya untuk sementara waktu. Ketika kita berada dalam keadaan tersebut, alangkah baiknya apabila kita tetap bersikap tenang dan mempercayai Sang Gembala yang Baik itu untuk melakukan bagian-Nya tanpa melukai kita. —JAL
Sang Rajalah gembalaku
Yang baik dan penyayang.
Tak kurang aku apa pun
Selama ‘ku milik-Nya. —Baker
(Kidung Jemaat, No. 377)
Latihan Allah dirancang untuk menumbuhkan iman kita.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate