Pages - Menu

Sunday, September 27, 2015

Memikirkan Orang Miskin

Orang benar mengetahui hak orang lemah. —Amsal 29:7
Memikirkan Orang Miskin
Di tahun 1780, hati Robert Raikes tergerak ketika melihat anak-anak yang buta huruf dan miskin di sekitar tempat tinggalnya di London. Ia memperhatikan bahwa tidak ada usaha yang dilakukan untuk menolong anak-anak itu sehingga ia memutuskan untuk turun tangan dan melakukan sesuatu.
Ia mempekerjakan sejumlah wanita untuk mengadakan sekolah bagi anak-anak itu pada hari Minggu. Dengan menggunakan Alkitab sebagai buku pelajaran, para guru mengajar anak-anak termiskin di London itu untuk membaca dan memperkenalkan mereka pada hikmat dari Alkitab. Tidak lama kemudian, ada sekitar 100 anak yang mengikuti sekolah itu dan menikmati makan siang di lingkungan yang aman dan bersih. Sekolah yang kemudian disebut “sekolah Minggu” itu ternyata berhasil memberi dampak dalam kehidupan ribuan anak laki-laki dan perempuan. Pada tahun 1831, sekolah-sekolah Minggu di Inggris Raya telah menjangkau lebih dari satu juta anak—semuanya itu karena ada seorang pria yang memahami kebenaran ini: “Orang benar mengetahui hak orang lemah” (Ams. 29:7).
Kita semua tahu bahwa Yesus sangat mempedulikan mereka yang berada dalam kesusahan. Dalam Matius 25, Dia menasihati pengikut-Nya untuk menunjukkan kesiapan dalam menantikan kedatangan Tuhan kembali dengan cara menyediakan makanan bagi mereka yang lapar, memberikan minum bagi yang dahaga, mencarikan tempat tinggal bagi para tunawisma, menyediakan pakaian untuk mereka yang telanjang, dan memberikan penghiburan bagi orang yang sakit atau mereka yang dipenjara (ay. 35-36).
Ketika berkata bahwa Kristus tinggal di dalam hati kita, kita akan memuliakan Juruselamat kita yang penuh belas kasihan itu lewat perhatian kita kepada mereka yang dipedulikan-Nya. —Dave Branon
Gerakkan hatiku, Tuhan, untuk mempedulikan mereka yang Engkau pedulikan, termasuk orang yang miskin dan tak berdaya, yang lapar dan tunawisma, yang sedang susah dan putus asa di sekitar kami.
Bukalah hatimu kepada Allah untuk memahami belas kasih, dan bukalah tanganmu untuk rela memberikan pertolongan.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate