Pages - Menu

Wednesday, October 7, 2015

Penglihatan yang Terbatas

Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. —Ayub 42:5
Penglihatan yang Terbatas
Teman saya Meaghan adalah penunggang kuda yang berprestasi, dan saya belajar sejumlah hal menarik tentang kuda darinya. Sebagai contoh, meskipun kuda mempunyai mata terbesar dari semua binatang menyusui yang hidup di darat, kuda memiliki penglihatan yang buruk dan melihat lebih sedikit warna daripada manusia. Oleh karena itu, kuda tidak selalu bisa mengenali benda yang ada di tanah. Ketika melihat sebilah kayu, kuda tidak bisa membedakan apakah itu kayu yang dengan mudah bisa dilompatinya atau seekor ular besar yang mungkin membahayakan mereka. Karena sifatnya, kuda yang tidak terlatih dengan baik akan sangat mudah ketakutan dan melarikan diri.
Mungkin kita juga ingin lari dari segala keadaan yang mengkhawatirkan. Mungkin kita merasa seperti Ayub yang tidak memahami maksud penderitaannya dan berharap tidak pernah dilahirkan. Karena tidak dapat melihat bahwa Iblislah yang sebenarnya berusaha menjatuhkan imannya, Ayub takut bahwa Allah yang dipercayainya justru ingin menghancurkannya. Dalam ketidakberdayaannya, Ayub berseru, “Allah telah berlaku tidak adil terhadap aku, dan menebarkan jala-Nya atasku” (Ayb. 19:6)
Sama seperti Ayub, penglihatan kita pun terbatas. Kita merasa ingin lari dari keadaan sulit yang menakutkan kita. Akan tetapi, dari sudut pandang Allah, kita tidak sendirian. Dia memahami kebingungan dan ketakutan kita. Dia tahu kita aman bersama dengan-Nya di sisi kita. Inilah kesempatan kita untuk mempercayai hikmat Allah, daripada bersandar pada pengertian kita sendiri. —Anne Cetas
Dalam hal apa saja kamu telah meragukan kebaikan Tuhan? Bagaimana kamu melihat-Nya bekerja di tengah masa-masa yang sulit dalam hidupmu?
Mempercayai kesetiaan Allah akan mengenyahkan ketakutan kita.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate