Pages - Menu

Tuesday, November 3, 2015

Rutinitas Sehari-Hari

Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. —Kolose 3:23
Rutinitas Sehari-Hari
Bahasa Latin merupakan pelajaran wajib selama 4 tahun di SMA. Saya bersyukur atas disiplin itu sekarang. Namun, saat SMA, saya bersusah payah mempelajarinya. Guru mengharuskan kami berlatih dengan pengulangan. Beberapa kali dalam sehari, ia berkata, “Repetitio est mater studiorum” yang berarti, “Pengulangan adalah kunci pembelajaran”. Kami bergumam, “Repetitio est absurdum” atau “Pengulangan itu sangat tak masuk akal”.
Sekarang saya menyadari bahwa sebagian besar hidup kita sesungguhnya adalah pengulangan—serangkaian kegiatan yang harus kita lakukan berulang kali dengan begitu-begitu saja, tidak membuat antusias, dan cenderung membosankan. Søren Kierkegaard, seorang filsuf asal Denmark, berkata, “Seperti makanan, pengulangan adalah sesuatu yang biasa-biasa saja, tetapi diperlukan.” Meski demikian, ujarnya, “Makanan itulah yang memberikan kepuasan jika disertai ucapan syukur.”
Yang penting bagi kita adalah kesediaan untuk melakukan kegiatan apa saja, sekalipun itu sederhana, membosankan, dan remeh, dengan meminta kepada Allah untuk memberkatinya dan memakainya untuk menggenapi kehendak-Nya. Dengan demikian kita mengubah rutinitas sehari-hari yang biasa-biasa saja menjadi perbuatan bernilai rohani yang sarat dengan upah kekal yang tidak terlihat oleh kita.
Penyair Gerard Manley Hopkins berkata, “Allah dimuliakan saat kita mengangkat tangan untuk berdoa, tetapi juga ketika seseorang mengolah ladang atau membersihkan lantai. Allah begitu besar sehingga segala sesuatu membawa kemuliaan bagi-Nya apabila kita melakukannya dengan sungguh-sungguh.”
Apabila segala sesuatu yang kita lakukan diperbuat untuk Kristus, kita akan dibuat kagum oleh sukacita dan makna yang kita temukan di dalam pekerjaan yang paling sederhana sekalipun. —David Roper
Tuhan, ingatkan kami akan kehadiran-Mu yang luar biasa dalam pekerjaan kami yang sederhana. Kiranya kami mengerjakan segala sesuatunya demi Engkau.
Hati yang rela akan mengubah jerih payah menjadi perbuatan kasih.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate