Pages - Menu

Sunday, February 14, 2016

Mudahnya Tidak Bersyukur

Karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur. —Ibrani 12:28
Mudahnya Tidak Bersyukur
Krek, krik. Krek, krik . . .
Bunyi alat penyeka kaca depan mobil yang bergerak naik turun membersihkan terpaan air hujan yang lebat hanya menambah kekesalan hati saya. Saya masih mencoba menyesuaikan diri untuk mengendarai sebuah mobil bekas yang saya beli belum lama ini. Yang saya kendarai adalah mobil tua jenis station wagon yang sudah berjarak tempuh 128.000 KM dan tanpa kantong udara yang dapat melindungi anak-anak saya.
Untuk membeli mobil bekas itu, dan agar memiliki sedikit uang untuk belanja kebutuhan sehari-hari yang sangat mendesak, saya harus menjual “harta” terakhir kami, yaitu sebuah mobil station wagon Volvo keluaran tahun 1992 dengan kantong udara untuk melindungi anak-anak. Dengan terjualnya mobil itu, kami pun tidak punya apa-apa lagi. Rumah dan tabungan kami semuanya habis untuk membiayai pengobatan penyakit yang hampir merenggut nyawa.
“Tuhan!” teriak saya, “Sekarang aku bahkan tak bisa melindungi anak-anakku karena mobil ini tak punya kantong udara. Jika sesuatu yang buruk terjadi pada mereka, tebak apa yang akan kulakukan . . .”
Krek krik. Krek krik. (Glek.)
Tiba-tiba saja saya merasa malu. Selama dua tahun sebelumnya, Allah telah menyelamatkan istri dan putra saya dari penyakit yang hampir merenggut nyawa mereka, tetapi sekarang saya mengeluh tentang “harta” saya yang telah hilang. Saya pun menyadari betapa mudahnya untuk tidak bersyukur kepada Allah. Bapa yang penuh kasih, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri supaya saya selamat, sudah pernah menyelamatkan nyawa anak saya dengan cara-Nya yang ajaib.
“Ampuni aku, Bapa,” doa saya. Sudah, anak-Ku. —Randy Kilgore
Ya Tuhan, saat pencobaan melanda, betapa mudahnya kami melupakan perlindungan dan penyertaan-Mu. Terpujilah Engkau, ya Bapa, untuk kesabaran dan kasih-Mu yang tak bersyarat dan tak berkesudahan.
Sukacita tumbuh subur di dalam hati yang penuh ucapan syukur.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate