Pages - Menu

Wednesday, March 23, 2016

Pondok Kuno yang Sarat Kisah

[Kristus] telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia. —Ibrani 9:11
Pondok Kuno yang Sarat Kisah
Ada sebuah pondok kuno indah yang dibangun dengan ahli dari kayu-kayu yang dipotong dengan tangan. Namun bangunan itu sendiri hanyalah sebagian dari keunikan yang dimiliki pondok tersebut. Pada dinding dalamnya tergantung berbagai harta warisan keluarga yang sarat dengan kenangan. Di atas meja, terletak sebuah keranjang telur hasil anyaman tangan, baki kuno, dan lampu petromaks. Di pintu depan bertengger sebuah topi yang telah usang. “Ada kisah di balik setiap benda tersebut,” ucap si pemilik pondok dengan bangga.
Ketika Allah memerintahkan Musa untuk membangun Kemah Suci, setiap bagian mempunyai “kisahnya” masing-masing (Kel. 25-27). Kemah itu hanya memiliki satu pintu masuk, sama seperti kita hanya punya satu jalan kepada Allah (lihat Kis. 4:12). Tabir tebal yang memisahkan manusia dari Tempat Mahakudus di mana hadirat Allah berdiam menyatakan bahwa dosa memisahkan kita dari Allah. Di dalam Tempat itu terdapat tabut perjanjian yang melambangkan hadirat Allah. Imam besar adalah pendahulu dari Imam Besar yang akan datang, yaitu Yesus. Darah korban persembahan melambangkan pengorbanan Kristus yang sempurna: “Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus . . . dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal” (Ibr. 9:12).
Semua itu mengisahkan tentang Kristus dan karya yang dituntaskan-Nya demi kita. Dia melakukannya “supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan” (ay.15). Yesus mengundang kita untuk menjadi bagian dari kisah-Nya. —Tim Gustafson
Adakah benda yang bermakna khusus bagimu dan mengapa demikian? Kisah apa yang ada di balik kehadiran benda itu? Bagaimana kisah itu dapat menolongmu untuk memperkenalkan seseorang kepada Yesus?
Yesus menanggung dosa kita agar kita beroleh keselamatan.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate