Pages - Menu

Saturday, April 9, 2016

Kuatkanlah Hatimu!

Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. —Yohanes 16:33
Kuatkanlah Hatimu!
Saya suka melihat burung-burung bercengkerama. Jadi beberapa tahun lalu, saya membangun tempat perteduhan kecil di halaman belakang rumah kami untuk memikat mereka. Selama beberapa bulan, saya dapat menikmati pemandangan burung-burung itu makan dan beterbangan. Kesenangan pun berakhir ketika seekor elang cooper mulai memburu burung-burung yang sedang bernaung di tempat perteduhan itu.
Begitu juga dengan kehidupan: Baru saja kita menenangkan diri dan menikmati hidup, tiba-tiba muncul sesuatu atau seseorang yang mengganggu ketenangan kita. Kita pun bertanya-tanya, mengapa sebagian besar hidup ini harus menjadi lembah air mata?
Saya telah mendengar banyak jawaban bagi pertanyaan klasik itu. Namun akhir-akhir ini, ada satu jawaban yang memuaskan saya. George MacDonald dalam Life Essential mengatakan, “Seluruh hajaran yang dialami di dunia ini adalah untuk menjadikan [kita] anak-anak, supaya Allah dapat dinyatakan kepada [kita].” Ketika kita menjadi seperti anak-anak, kita mulai percaya dan bersandar penuh pada kasih Bapa kita di surga, dengan kerinduan untuk terus mengenal-Nya dan menjadi seperti Dia.
Pergumulan dan dukacita mungkin akan terus membebani sepanjang hidup kita, tetapi “[kita] tidak tawar hati. . . . Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi [kita] kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya. . . . Sebab [kita] tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal” (2Kor. 4:16-18).
Dengan akhir yang mulia itu, bagaimana mungkin kita tidak bersukacita? —David Roper
Tuhan, kami dapat bersukacita bahkan di tengah pergumulan kami, karena diri-Mu dan rencana-Mu yang baik bagi kami. Engkau Mahakuasa, Mahakasih, berdaulat, dan kekal adanya. Kami mempercayai-Mu dan mengasihi-Mu.
Sukacita surgawi akan jauh melampaui segala kesulitan di dunia ini.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate