Pages - Menu

Friday, November 18, 2016

Kasih Tanpa Batas

Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. —Yohanes 15:13
Kasih Tanpa Batas
Saat terjadi Pemberontakan Boxer di Tiongkok pada tahun 1900, para misionaris yang terjebak dalam sebuah rumah di T’ai Y√ľan Fu memutuskan bahwa satu-satunya harapan mereka untuk bertahan hidup adalah dengan berlari menerobos orang banyak yang sedang menuntut kematian mereka. Dibantu dengan senjata-senjata yang mereka pegang, mereka pun luput dari ancaman. Namun karena melihat dua murid Tionghoanya yang cedera belum dapat meloloskan diri, Edith Coombs berlari kembali menerjang bahaya. Ia berhasil menyelamatkan seorang murid, tetapi jatuh tersandung saat hendak menyelamatkan murid yang kedua dan akhirnya terbunuh.
Sementara itu, para misionaris di distrik Hsin Chou telah berhasil meloloskan diri dan sedang bersembunyi di pedesaan, ditemani oleh teman mereka, Ho Tsuen Kwei. Namun Ho tertangkap ketika hendak mencari rute pelarian bagi para sahabatnya yang berada dalam persembunyian dan mati sebagai martir karena menolak untuk membocorkan lokasi teman-temannya itu.
Dalam kehidupan Edith Coombs dan Ho Tsuen Kwei, kita melihat sebuah kasih yang melampaui karakter budaya atau kebangsaan seseorang. Pengorbanan mereka mengingatkan kita akan anugerah dan kasih yang terbesar dari Juruselamat kita.
Menjelang penangkapan dan hukuman yang akan diterima-Nya, Tuhan Yesus berdoa dengan sungguh-sungguh, “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku.” Namun Dia mengakhiri permohonan-Nya itu dengan memberikan teladan keberanian, kasih, dan pengorbanan yang teguh, “Tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Luk. 22:42). Kematian dan kebangkitan-Nya membuka jalan bagi kita untuk menerima hidup kekal. —Randy Kilgore
Ya Tuhan, kiranya dunia melihat kasih kami kepada satu sama lain—dan perbuatan nyata dari kasih itu—sebagai kesaksian yang baik dari kesatuan yang kami miliki di dalam-Mu. Kiranya mereka juga rindu mengenal-Mu.
Terang kasih Kristus saja yang dapat mengenyahkan gelapnya kebencian.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate