Pages - Menu

Tuesday, February 20, 2018

Sang Tabib Agung

Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. —Yohanes 15:4
Sang Tabib Agung
Ketika Dr. Rishi Manchanda bertanya kepada pasien-pasiennya, “Di mana Anda tinggal?”, ia tidak sekadar menanyakan alamat. Ia telah melihat sebuah pola. Pasien-pasien yang ditolongnya pada umumnya tinggal di lingkungan yang bermasalah. Jamur, hama, dan racun membuat mereka sakit. Dr. Manchanda lalu menjadi pendukung dari sebuah pelayanan medis yang bernama Upstream Doctors. Selain memberikan perawatan medis yang mendesak, para petugas layanan kesehatan itu bekerja sama dengan para pasien dan komunitas mereka untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tercapainya kesehatan yang lebih baik.
Ketika Yesus menyembuhkan orang-orang yang datang kepada-Nya (Mat. 4:23-24), Dia membuka mata mereka untuk melihat lebih jauh dari sekadar kesembuhan fisik dan materi yang mereka cari. Dalam Khotbah di Bukit, Yesus memberikan sesuatu yang melebihi mukjizat secara medis (5:1-12). Tujuh kali Yesus menyebut tentang sikap hati dan pikiran yang mencerminkan suatu kesehatan yang dimulai dengan memiliki pandangan dan janji yang baru tentang kesehatan rohani (ay.3-9). Dua kali Dia menyebutkan bahwa mereka yang mengalami penganiayaan, tetapi yang tetap berharap kepada-Nya dan tinggal di dalam Dia, adalah orang-orang yang berbahagia (ay.10-12).
Perkataan Yesus membuat saya bertanya-tanya. Di manakah saya tinggal? Seberapa sadarkah saya bahwa kebutuhan saya akan kesehatan rohani lebih besar daripada kesembuhan fisik dan pemulihan materi yang saya cari? Dalam kerinduan saya untuk menerima mukjizat, apakah saya rindu menjadi orang yang miskin, berduka, lapar, berbelas kasihan, cinta damai—mereka yang disebut Yesus berbahagia? —Mart DeHaan
Bapa di surga, memang sulit untuk melihat hal-hal lain ketika kami menderita. Izinkan kami mengalami belas kasihan-Mu sekarang. Arahkan mata kami untuk tidak hanya melihat kebutuhan kami sendiri. Kiranya kami memiliki pandangan yang baru dan pemulihan kesehatan rohani dalam Kristus, Pemelihara dan Penyembuh kami.
Ketika kita tinggal di dalam Allah, Dia menjadi satu-satunya pengharapan kita.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate