Pages - Menu

Tuesday, April 24, 2018

Tempat Penantian

Berdiam dirilah di hadapan Tuhan dan nantikanlah Dia. —Mazmur 37:7
Tempat Penantian
“Menanti ikan menggigit umpan atau menanti angin untuk menerbangkan layang-layang. Atau menanti datangnya akhir minggu . . . Setiap orang sedang menanti,” begitulah dikatakan Dr. Seuss, penulis buku anak yang terkenal.
Begitu banyak waktu dalam hidup ini yang diisi dengan menanti, tetapi Allah tidak pernah terburu-buru. “Allah memiliki waktu-Nya dan penundaan-Nya sendiri,” bunyi sebuah ungkapan kuno yang dapat dipercaya. Karena itulah, kita menanti.
Menanti itu sulit. Kita memain-mainkan jempol tangan, mengayun-ayun kaki, menahan diri untuk tidak menguap, menarik napas panjang, dan mengeluh dalam hati karena rasa frustrasi. Kita mungkin bertanya-tanya, mengapa aku harus hidup dengan orang yang tidak menyenangkan ini, pekerjaan yang membosankan ini, perilaku yang memalukan ini, masalah kesehatan yang tak kunjung berakhir ini? Mengapa Allah tidak berbuat sesuatu?
Allah menjawab, “Tunggu, dan lihatlah apa yang akan Kulakukan.”
Menanti adalah salah satu guru terbaik dalam hidup ini karena melalui penantian, kita belajar nilai dari penantian itu sendiri, yakni menanti saat-saat Allah bekerja di dalam diri kita dan bagi kebaikan kita. Dalam penantian itulah kita menumbuhkan ketahanan, yaitu kesanggupan untuk mempercayai kasih dan kebaikan Allah, sekalipun apa yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita (Mzm. 70:6).
Namun, menanti bukanlah sikap menyerah yang terpaksa dan membosankan. Kita dapat “bergirang dan bersukacita karena [Tuhan]” sambil kita menanti (70:5). Kita menanti dalam pengharapan, dengan mengetahui bahwa Allah akan membebaskan kita pada waktunya—di kehidupan sekarang atau di kehidupan yang akan datang. Allah tidak pernah tergesa-gesa, dan Dia selalu tepat waktu. —David H. Roper
Tuhan, terima kasih untuk kehadiran-Mu yang penuh kasih. Tolong kami untuk menggunakan sebaik-baiknya masa penantian kami dengan mempercayai dan melayani-Mu.
Allah selalu menyertai kita dalam penantian kita.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate