Pages - Menu

Sunday, August 26, 2018

Tidak Terus-Terusan Menghukum

Ketika Petrus datang ke Antiokhia, saya menentang dia terang-terangan, sebab tindakannya salah. —Galatia 2:11 BIS
Tidak Terus-Terusan Menghukum
Dalam suatu diskusi tentang rekonsiliasi, seorang peserta dengan bijak mengatakan, “Janganlah kita terus-terusan menghukum orang lain.” Ia berkomentar tentang sikap kita yang cenderung mengingat-ingat kesalahan orang lain dan tak pernah memberi mereka kesempatan untuk berubah.
Ada begitu banyak momen dalam kehidupan Petrus yang bisa saja membuat Allah terus-terusan menghukum Petrus. Namun, Dia tidak melakukannya. Petrus yang impulsif pernah berusaha “menegur” Yesus, tetapi ia justru mendapat teguran tajam dari Tuhan (Mat. 16:21-23). Petrus pernah menyangkal Kristus (Yoh. 18:15-27), tetapi kemudian dipulihkan kembali (21:15-19). Ia juga pernah ambil bagian dalam perpecahan rasial dalam gereja.
Masalah tersebut muncul saat Petrus memisahkan diri dari orang-orang non-Yahudi (Gal. 2:11-12). Ia baru saja makan bersama-sama dengan mereka, tetapi ketika sejumlah orang Yahudi datang (dari pihak yang bersikeras mewajibkan sunat bagi orang percaya), Petrus pun menjauhi orang-orang non-Yahudi yang tidak disunat itu. Rasul Paulus lalu menyebut sikap Petrus itu “munafik” (ay.13). Karena teguran yang keras dari Paulus, masalah itu dapat diselesaikan. Petrus kemudian melanjutkan pelayanannya kepada Allah dalam kesatuan yang indah seperti yang dikehendaki-Nya untuk kita semua.
Tak seorang pun perlu dihukum terus-terusan dalam kesalahan mereka. Dalam anugerah Allah, kita dapat saling menerima, saling belajar, saling menegur jika memang dibutuhkan, dan bertumbuh bersama dalam kasih-Nya. —Tim Gustafson
Tuhan, bawa kami mendekat kepada-Mu hari ini, agar kami juga dapat mendekat dengan sesama kami. Lindungilah kesatuan gereja-Mu. Berilah kami kesepahaman di saat muncul ketidakpercayaan. Pulihkan kami di saat terjadi perpecahan.
Saat menegur seseorang, kita patut memiliki satu tujuan: untuk memulihkan dan bukan mempermalukan dirinya. —Chuck Swindoll

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate