Pages - Menu

Thursday, October 25, 2018

Di Manakah Damai?

Kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. —Roma 5:1
Di Manakah Damai?
“Masihkah kamu mengharapkan damai?” tanya seorang wartawan kepada penyanyi Bob Dylan pada tahun 1984.
“Takkan ada damai apa pun,” jawab Dylan. Respons itu menuai kritikan dari banyak pihak, tetapi tak bisa disangkal bahwa damai memang belum tercapai hingga saat ini.
Sekitar 600 tahun sebelum kedatangan Kristus, sebagian besar nabi meramalkan tercapainya kedamaian. Namun, tidak demikian dengan Yeremia, nabi Allah. Ia mengingatkan umat-Nya bahwa Allah telah berfirman, “Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku” (Yer. 7:23). Namun, mereka berulang kali mengabaikan Tuhan dan perintah-perintah-Nya. Nabi-nabi palsu berkata, “Damai sejahtera! Damai sejahtera!” (8:11), tetapi Yeremia menubuatkan tibanya bencana. Yerusalem pun jatuh pada tahun 586 SM.
Kedamaian itu langka. Namun, di antara nubuat-nubuat yang mengenaskan dalam kitab Yeremia, kita menemukan Allah yang mengasihi tanpa henti. Tuhan berkata kepada umat-Nya yang memberontak, “Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal. . . . Aku akan membangun engkau kembali” (31:3-4).
Allah adalah Allah sumber kasih dan damai. Konflik muncul karena kita memberontak terhadap Dia. Dosa menghancurkan kedamaian dunia dan merampas kedamaian batin dari setiap kita. Yesus datang ke bumi ini untuk mendamaikan kita dengan Allah dan memberi kita kedamaian batin itu. “Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus,” tulis Rasul Paulus (Rm. 5:1). Sungguh suatu perkataan yang begitu sarat dengan pengharapan.
Baik kita tinggal di zona perang atau di lingkungan yang aman tenteram, Kristus mengundang kita untuk mengalami kedamaian-Nya. —Tim Gustafson
Allah tak bisa memberi kita sukacita dan damai di luar dari diri-Nya, karena hal itu memang tidak ada di luar sana. —C. S. Lewis

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Translate