Pages - Menu

Saturday, March 2, 2019

Pencarian Harta Karun

Keuntungan [hikmat] melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas. —Amsal 3:14
Daily Quotes ODB
Harta karun yang terpendam. Kedengarannya seperti dongeng anak-anak. Namun, seorang jutawan eksentrik bernama Forrest Fenn mengaku menyembunyikan peti berisi emas permata senilai 2 juta dollar di suatu tempat di Pegunungan Rocky. Banyak orang pun pergi mencarinya. Bahkan, 4 orang kehilangan nyawa saat berusaha memburu harta karun yang tersembunyi itu.
Penulis kitab Amsal memberikan alasan yang patut kita pikirkan sungguh-sungguh: Adakah harta yang begitu berharganya hingga layak ditukar dengan nyawa? Dalam Amsal 4, seorang ayah yang menuliskan nasihat tentang menjalani hidup yang baik kepada anak-anaknya menunjukkan bahwa hikmat adalah satu-satunya harta berharga yang layak dikejar dengan sekuat tenaga (ay.7). Hikmat, katanya, akan menuntun kita dalam menjalani kehidupan, menjaga langkah kita agar tidak tersandung, dan memahkotai kita dengan kehormatan (ay.8-12). Beratus-ratus tahun kemudian, Yakobus, salah seorang murid Yesus, juga menuliskan tentang pentingnya hikmat. “Hikmat yang dari atas,” tulisnya, “adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik” (Yak. 3:17). Saat kita mencari hikmat, kita akan mendapati segala sesuatu yang baik berkembang dalam hidup kita.
Mencari hikmat pada dasarnya adalah mencari Allah, sumber segala hikmat dan pengertian. Hikmat yang datang dari atas sungguh jauh lebih berharga daripada segala harta terpendam yang pernah kita bayangkan. —Amy Peterson
Apakah kamu selalu mencari hikmat Allah secara aktif? Apa yang bisa kamu lakukan untuk mencari hikmat itu hari ini?
Tuhan, latihlah hatiku untuk mengingini hikmat dan latihlah kakiku untuk berjalan sesuai kehendak-Mu.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate