Pages - Menu

Monday, April 22, 2019

Kekuatan Baru

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. —Matius 11:28
Kekuatan Baru
Di usia ke-54 saya mengikuti perlombaan maraton Milwaukee dengan dua target—mencapai garis akhir dan menyelesaikannya dalam waktu kurang dari 5 jam. Pencapaian saya akan sangat mengagumkan seandainya saja paruh kedua ditempuh selancar paruh pertama. Namun, pada kenyataannya, perlombaan tersebut sangat melelahkan, dan kekuatan baru yang saya butuhkan untuk menuntaskan paruh kedua itu tidak pernah datang. Saat saya mencapai garis finis, langkah-langkah mantap saya di awal perlombaan telah berubah menjadi langkah yang tertatih-tatih.
Perlombaan lari bukan satu-satunya yang membutuhkan kekuatan baru—perlombaan hidup ini pun membutuhkannya. Agar mampu bertahan, orang-orang yang letih lesu membutuhkan pertolongan Allah. Yesaya 40:27-31 memadukan puisi dengan nubuatan dengan sangat indah untuk menghibur dan memotivasi mereka yang membutuhkan kekuatan untuk terus maju. Kata-kata yang abadi mengingatkan mereka yang letih lesu dan kecewa bahwa Tuhan tidaklah jauh dan masih peduli (ay.27), bahwa keadaan kita yang sulit tidak pernah luput dari perhatian-Nya. Kata-kata ini memberikan penghiburan dan jaminan, mengingatkan kita pada Allah yang kuasa-Nya tak terbatas dan pengetahuan-Nya tak terhingga (ay.28).
Kekuatan baru yang dijelaskan dalam ayat 29-31 sangatlah tepat untuk kita—entah kita sedang berjuang membesarkan anak-anak dan mencari nafkah untuk keluarga, berjuang menjalani hidup yang dibebani masalah fisik maupun keuangan, atau sedang dikecewakan oleh hubungan yang renggang atau pergumulan dalam hal spiritual. Kekuatan baru itulah yang akan diterima—lewat perenungan firman Tuhan dan berdoa—oleh mereka yang menanti-nantikan Tuhan. —Arthur Jackson
WAWASAN

Yesaya—namanya berarti “TUHAN menyelamatkan”—memperingatkan Yehuda yang tidak juga mau bertobat bahwa Allah akan menggunakan dua negara adidaya, Asyur dan Babel, untuk menghukum Yehuda karena ketidaksetiaan dan penyembahan berhala mereka (Yesaya 1-39). Yesaya juga menghibur Yehuda dengan janji pemulihan dan berkat Allah setelah hukuman mereka selesai dijalani (pasal 40-66). Dalam pasal 40, Yesaya mengalihkan pandangan kepada otoritas, kedaulatan, kebesaran, dan kemuliaan Allah (ay.1-26) serta dengan lembut berbicara tentang kasih dan pemeliharaan Allah (ay.11, 27-31). Menjawab rasa terabaikan yang dialami Yehuda (ay.27), Yesaya meyakinkan mereka bahwa Allah tidak hanya berketetapan untuk memberkati mereka, tetapi juga memiliki kuasa mutlak untuk melakukannya (ay.28). Sebagai Allah Pencipta yang kekal dan maha kuasa, Dia adalah sumber kekuatan mereka (ay.29). Yesaya mengundang bangsa Yahudi yang patah semangat ini untuk bangkit memulai komitmen baru saat mereka percaya bahwa Allah akan memenuhi janji-Nya (ay.30-31).—K.T. Sim
Kapan kehidupan ini begitu menguras tenaga dan membebani Anda? Dalam area tertentu apa Anda membutuhkan kekuatan Tuhan hari ini?
Tuhan, aku datang kepada-Mu dalam kelemahan dan kelelahan, berikanlah kepadaku kekuatan yang baru.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate