Pages - Menu

Friday, May 10, 2019

Menteri Urusan Kesepian

Peliharalah kasih persaudaraan! —Ibrani 13:1
Menteri Urusan Kesepian
Sejak suaminya meninggal, Betsy banyak menghabiskan waktu di rumah, menonton TV dan membuat teh untuk dirinya sendiri. Bukan hanya Betsy yang hidup dalam kesepian. Lebih dari 9 juta warga Inggris (15% dari populasi) mengatakan bahwa mereka sering atau selalu merasa kesepian, dan pemerintah Inggris Raya telah menunjuk seorang Menteri Urusan Kesepian untuk mencari tahu penyebab dan cara menolong orang-orang yang kesepian tersebut.
Sejumlah penyebab kesepian yang umum ditemui: kita terlalu sering berpindah-pindah sehingga tidak berakar di satu tempat. Kita yakin bisa mengurus diri sendiri, sehingga merasa tidak memerlukan orang lain. Kita dipisahkan oleh teknologi—terlalu asyik dengan gawai dan layar kita masing-masing.
Saya merasakan sisi gelap kesepian, dan mungkin Anda merasakannya juga. Itulah satu alasan mengapa kita membutuhkan saudara-saudari seiman. Dalam kitab Ibrani, pembahasan panjang mengenai pengorbanan Yesus diakhiri dengan dorongan bagi kita untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah (10:25). Kita adalah bagian dari keluarga Allah, sehingga kita harus memelihara “kasih persaudaraan” dan senang “memberi tumpangan kepada orang” (13:1-2). Jika setiap dari kita melakukan hal-hal tersebut dengan sungguh-sungguh, setiap orang akan merasa diperhatikan.
Orang-orang yang kesepian mungkin tidak dapat membalas kebaikan kita, tetapi itu bukan alasan untuk menyerah. Yesus berjanji tidak akan pernah membiarkan atau meninggalkan kita (13:5), dan kita dapat menggunakan kasih persahabatan-Nya sebagai motivasi untuk mengasihi orang lain. Apakah Anda kesepian? Apa yang dapat Anda lakukan untuk melayani keluarga Allah? Para sahabat yang Anda dapatkan dalam persekutuan dengan Yesus akan bertahan selamanya, sepanjang hidup ini, bahkan sampai selamanya. —Mike Wittmer
WAWASAN

Banyak surat Perjanjian Baru memiliki bagian penutup berupa nasihat atau dorongan kepada pembaca untuk memiliki sikap dan perilaku tertentu. Demikian pula halnya surat Ibrani.
Secara berturut-turut, penulis menyebutkan apa saja yang harus dilakukan pembaca, dan tidak banyak yang berhubungan. Hal unik dalam deretan nasihat ini adalah adanya alasan untuk setiap nasihat. Misalnya, kita harus memberi tumpangan (ay.2), sebab dengan berbuat demikian, siapa tahu kita menjamu malaikat. Kita harus menghormati kesucian perkawinan (ay.4), sebab Allah akan menghakimi. Kita juga harus mencukupkan diri dengan apa yang kita miliki, (ay.5), sebab Allah menyertai kita. Perintah itu diberikan bukan supaya kita menjadi budak peraturan, melainkan demi kebaikan kita. —J.R. Hudberg
Siapa yang membutuhkan persahabatan Anda saat ini? Bagaimana Anda dapat melayani seseorang dalam gereja atau komunitas Anda dalam minggu ini?
Keluarga Allah hadir untuk menjadi jawaban bagi masalah kesepian.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate