Pages - Menu

Monday, May 20, 2019

Pembebasan Ilahi

Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia. —Yohanes 11:53
Pembebasan Ilahi
Serial misteri Hercule Poirot karangan Agatha Christie berjudul “The Clocks” menampilkan beberapa tokoh antagonis yang melakukan serangkaian pembunuhan. Walaupun rencana awal hanya menargetkan satu korban, mereka mulai membunuh lebih banyak orang untuk menutupi kejahatan aslinya. Ketika dipertanyakan oleh Poirot, salah seorang anggota komplotan mengakui, “Seharusnya hanya satu orang saja yang mati.”
Sama seperti orang-orang yang berkomplot melakukan pembunuhan dalam kisah tersebut, para pemuka agama juga berkomplot merencanakan kejahatan. Setelah Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian (Yoh. 11:38-44), mereka mengadakan pertemuan darurat dan sepakat untuk membunuh Dia (ay.45-53). Namun, mereka tidak berhenti sampai di situ. Setelah Yesus bangkit dari kematian, para pemuka agama menyebarkan berita bohong mengenai apa yang terjadi dalam kubur (Mat. 28:12-15). Mereka mulai gencar berkampanye untuk membungkam mulut pengikut-pengikut Yesus (Kis. 7:57–8:3). Dari yang awalnya sebuah rencana religius menentang satu orang demi “kebaikan yang lebih besar” bagi suatu bangsa menjadi serangkaian cerita bohong, tipuan, dan menelan banyak korban.
Dosa menjerumuskan kita ke jalan yang seringkali tampaknya tak berujung, tetapi Allah selalu menyediakan jalan keluar. Ketika Imam Besar Kayafas berkata, “Lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa”(Yoh. 11:50), ia tidak menyadari kebenaran dari kata-katanya. Konspirasi para pemuka agama tersebut membantu terjadinya penebusan seluruh umat manusia.
Yesus menyelamatkan kita dari cengkeraman dosa yang kejam. Sudahkah Anda terima pembebasan yang Dia tawarkan? —Remi Oyedele
WAWASAN

Untuk menghentikan ketenaran Yesus yang semakin bertambah, diadakanlah pertemuan Sanhedrin oleh “imam-imam kepala dan orang-orang Farisi” (Yohanes 11:47). Sanhedrin, yang dibentuk berdasarkan struktur kepemimpinan Musa dengan tujuh puluh tua-tua (Keluaran 24:1), terdiri dari 70 orang ditambah satu imam besar. Sanhedrin berfungsi sebagai dewan pemerintahan sekaligus pengadilan tertinggi Yahudi. Para imam kepala (sebagian besarnya adalah orang Saduki, yaitu kaum agamawan dan politikus) membentuk jajaran keimaman bangsa dan di dalamnya termasuk sang imam besar. Orang Farisi, sebagian besarnya adalah ahli Taurat, merupakan pemelihara Hukum Taurat yang teliti, khususnya hukum-hukum tentang kesucian seremonial.
Para imam kepala mendominasi Sanhedrin. Mereka merupakan lawan politik dan agama dari orang Farisi (Kisah Para Rasul 5:17). Namun, orang Farisi adalah kelompok minoritas yang berkuasa. Nikodemus (Yohanes 3) dan Yusuf dari Arimatea (Markus 15:43) adalah orang Farisi. Mereka juga anggota-anggota utama dalam Sanhedrin sekaligus menjadi murid Yesus. Merekalah yang mempersiapkan jenazah-Nya untuk dimakamkan serta menguburkan Dia (Yohanes 19:38-42). —K. T. Sim
Jalan apa yang Anda tempuh yang dapat membawa Anda jauh dari Allah? Dia menawarkan kebebasan sejati. Apa yang perlu Anda akui kepada-Nya hari ini?
Saat Anda memberi celah bagi dosa, ia akan merebut kendali hidup Anda!

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate