Pages - Menu

Thursday, June 13, 2019

Hanya Bocah Gelandangan

Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri. —1 Petrus 2:9
Hanya Bocah Gelandangan
“Oh, hanya bocah gelandangan,” bisik seseorang dengan nada menghina ketika Rodney Smith berjalan ke depan kapel untuk menerima Kristus dalam sebuah kebaktian di tahun 1877. Tidak ada yang memperhitungkan anak remaja dari sepasang gelandangan yang tidak berpendidikan itu. Namun, Rodney tidak menggubrisnya. Ia yakin Allah memiliki tujuan atas hidupnya sehingga ia membeli sendiri Alkitab dan kamus bahasa Inggris, serta belajar membaca dan menulis secara mandiri. Ia pernah berkata, “Jalan kepada Yesus bukanlah melalui Cambridge, Harvard, Yale, atau lewat para pujangga. Hanya . . . melalui bukit kuno bernama Golgota.” Di luar perkiraan banyak orang, Rodney dipakai Allah dengan luar biasa sebagai penginjil yang membawa banyak jiwa percaya kepada Yesus di Inggris dan Amerika Serikat.
Petrus juga orang yang sederhana—tidak berpendidikan dalam agama (Kis. 4:13), seorang nelayan dari Galilea—ketika Yesus memanggilnya dengan dua kata yang singkat: “Ikutlah Aku” (Mat. 4:19). Namun Petrus yang sama, sekalipun tidak terpelajar dan pernah gagal di tengah jalan, kemudian menegaskan bahwa semua yang mengikut Yesus adalah “bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri” (1 Ptr. 2:9).
Melalui Yesus Kristus, semua orang—apa pun latar belakang pendidikan, lingkungan, jenis kelamin, atau etnik mereka—dapat menjadi bagian dari keluarga Allah dan dipakai oleh-Nya. Semua yang percaya kepada Yesus Kristus adalah “umat kepunyaan Allah sendiri”. —Estera Pirosca Escobar
WAWASAN
Tulisan Petrus dalam Perjanjian Baru menunjukkan bahwa ia tahu banyak tentang Kitab Suci Yahudi (yang kita kenal sebagai Perjanjian Lama). Dalam 1 Petrus 2 saja, Petrus mengutip atau menyinggung setidaknya lima bagian kitab yang berbeda. Pada ayat 6, rujukannya adalah Yesaya 28:16, ayat ke-7 diambil dari Mazmur 118:22, dan ayat ke-8 dari Yesaya 8:14. Pilihan kata-kata dalam ayat ke-9, yang merujuk pada para orang percaya, berasal Keluaran 19:5-6 untuk menggambarkan bangsa Israel: “Kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, . . . Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus.” Tulisan Nabi Hosea (Hosea 1:6, 9-10) pun dipakai Petrus ketika ia menulis 1 Petrus 2:10, “Kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.” —Arthur Jackson
Apa artinya bagimu menjadi bagian dari bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, umat kepunyaan Allah sendiri? Bagaimana kamu dikuatkan oleh kenyataan bahwa Allah dapat memakai kamu untuk memuliakan nama-Nya?
Ya Allah, aku berterima kasih karena identitasku yang sejati ditemukan di dalam Engkau.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate