Pages - Menu

Thursday, June 27, 2019

Melepaskan Ikatan

Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka. —Kejadian 33:4
Melepaskan Ikatan
Sebuah organisasi Kristen mempunyai misi untuk mendorong terciptanya pemulihan yang dialami lewat pengampunan. Salah satu aktivitas mereka adalah peragaan yang menampilkan seseorang yang dirugikan terikat pada orang yang merugikannya dalam posisi saling memunggungi. Hanya orang yang dirugikan yang bisa melepaskan ikatan tali itu. Apa pun yang ia lakukan, orang yang bersalah terhadapnya akan tetap melekat pada punggungnya. Tanpa melepaskan tali—tanda dari pengampunan—ia tidak akan bebas.
Memberikan pengampunan kepada seseorang yang datang kepada kita dalam penyesalan atas kesalahan mereka menjadi langkah awal yang membebaskan kita dan juga mereka dari kepahitan dan kepedihan yang terus membebani kita. Dalam Kitab Kejadian, kita melihat dua kakak-beradik yang terpisahkan selama 20 tahun setelah Yakub mencuri hak kesulungan Esau. Setelah sekian lama, Allah menyuruh Yakub kembali ke negerinya (Kej. 31:3). Yakub taat, tetapi karena takut, ia terlebih dahulu mengirimkan kawanan ternak untuk Esau sebagai hadiah (32:13-15). Ketika mereka bertemu, Yakub merendahkan diri dengan bersujud di kaki Esau sebanyak tujuh kali (33:3). Bayangkan, betapa terkejutnya Yakub ketika ia melihat Esau berlari mendapatkan dirinya dan memeluknya, lalu mereka berdua bertangis-tangisan karena hubungan mereka yang telah dipulihkan (33:4). Yakub tidak lagi terbelenggu oleh dosa yang pernah dilakukannya terhadap saudaranya.
Apakah kamu merasa terbelenggu karena menolak untuk mengampuni, terbebani oleh amarah, rasa takut dan malu? Ketahuilah bahwa Allah melalui Anak-Nya dan Roh Kudus sanggup membebaskanmu jika kamu meminta pertolongan-Nya. Dia akan memampukan kamu melepaskan ikatan dan membebaskanmu. —Amy Boucher Pye
WAWASAN
Menurut kesaksian Yakub sendiri, Tuhan telah bermurah hati kepadanya dengan mengaruniakan anak-anak dan harta benda (Kejadian 33:5, 11). Namun, meski diberkati dengan keluarga dan harta duniawi, hidup Yakub belum lengkap tanpa membereskan perseteruannya dengan kakaknya. —Arthur Jackson
Menurut kamu, bagaimana perasaan Esau melihat Yakub sujud di hadapannya? Sanggupkah kamu sendiri merendahkan diri di hadapan orang yang pernah kamu sakiti? Siapa yang perlu kamu bebaskan lewat pengampunan yang kamu berikan?

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate