Pages - Menu

Monday, June 17, 2019

Pelajaran Gambar Orang-Orangan

Tindakan kami, bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami, bila tidak berhadapan muka. —2 Korintus 10:11
Pelajaran Gambar Orang-Orangan
Konselor saya pernah menggambar orang-orangan di atas sehelai kertas. Ia menamai gambar itu sebagai aspek “pribadi” dirinya. Kemudian ia menggambar garis yang mengelilingi orang-orangan tadi, kira-kira satu setengah sentimeter lebih besar, dan menyebut itu sebagai aspek dirinya “di depan umum”. Perbedaan kedua sosok orang-orangan tersebut, yang pribadi dan yang di depan umum, menggambarkan tingkat integritas yang kita miliki.
Saya pun mencerna hal tersebut, sambil bertanya dalam hati, Apakah diri saya di depan umum sama dengan diri saya saat sedang sendirian? Apakah saya mempunyai integritas?
Paulus menulis surat-surat untuk jemaat di Korintus, memadukan kasih dan disiplin dalam pengajaran-pengajarannya tentang menjadi serupa dengan Yesus. Di dalamnya, ia pernah menegur orang-orang yang meragukan integritasnya dan mengatakan bahwa tulisannya “tegas dan keras, tetapi bila berhadapan muka sikapnya lemah” (2 Kor. 10:10). Para pengecamnya menggunakan kefasihan berbicara untuk mendapatkan uang dari para pendengar. Walaupun Paulus cakap secara akademis, ia memberitakan firman Allah dengan sederhana dan lugas. Ia menulis, “Perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh” (1 Kor. 2:4). Di surat berikutnya, ia menegaskan integritasnya: “Hendaklah orang-orang yang berkata demikian menginsafi, bahwa tindakan kami, bila berhadapan muka, sama seperti perkataan kami dalam surat-surat kami, bila tidak berhadapan muka” (2 Kor. 10:11).
Paulus menunjukkan bahwa dirinya sama di depan umum maupun ketika sedang sendirian. Bagaimana dengan kita? —Elisa Morgan
WAWASAN
Dalam 2 Korintus 10:4, Paulus menulis, “Senjata [orang Kristen] dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng” (rintangan dari dosa dan kejahatan yang melawan kebenaran Allah). Senjata rohani ini termasuk kebenaran, keadilan, iman, Roh Kudus, firman Allah, kasih, dan pengharapan akan keselamatan (Efesus 6:11-17; 1 Tesalonika 5:8). Kita melawan kejahatan melalui hubungan dengan Allah Anak dan kuasa doa serta firman Allah. —Alyson Kieda
Dengan cara apa kamu menyatukan aspek pribadi dengan aspek umum kehidupanmu? Bagaimana kamu dapat lebih memuliakan Allah dengan integritas dirimu?
Ya Allah, tolong aku untuk jujur dan menjadi diriku sendiri di hadapan-Mu, supaya aku bisa hidup dengan integritas yang sama di hadapan sesamaku.

No comments:

Post a Comment

 

Total Pageviews

Follow by Email

Translate